Makalah DIFINISI TENTANG BELAJAR DAN UNSUR-UNSURNYA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kita sehingga kita dapat membahas Makalah ini yang
alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ BEBERAPA DIFINISI TENTANG
BELAJAR DAN UNSUR-UNSURNYA” Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian
Dan Unsur – Unsur Pendidikan atau yang lebih khususnya membahas
Membahas pengertian Pendidikan dan unsur - unsurnya,
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pengertian dan Unsur Unsur Pendidikan.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Pengertian dan Unsur Unsur Pendidikan.
Pendidikan
seperti sifat sasarannya yaitu manusia, mengandung banyak aspek dan sifatnya
sangat kompleks. Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka
ragam dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Konsep dasar
kemandirian membawa implikasi kepada konsep pembelajaran serta peranan
pendidik.
Sebagaimana
yang kita ketahui sekarang faktor yang sangat erat mendukung proses pendidikan
adalah unsur dan sebagai komponen yang terorganisasi sesuai dengan sistem
pembelajaran dan kegiatan belajar.
Sejalan
dengan perkembangan teknologi serta teori-teori pembelajaran, maka guru pun
dituntut mampu menguasai dan memilih strategi pembelajaran yang tepat, sehingga
menjadikan siswa aktif, kreatif, dan belajar dalam suasana senang serta
efektif.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian belajar ?
2.
Apa cirri-ciri belajar ?
3.
Apa jenis-jenis belajar ?
4.
Apa pengertian pembelajaran ?
5.
Apa cirri-ciri pembelajaran ?
6.
Apa teori pembelajaran ?
C.
TUJUAN
Adapun
tujuan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah belajar dan
pembelajaran.
2.
Untuk mengetahui pengertian, ciri-ciri dan jenis-jenis
belajar.
3.
Untuk mengetahui pengertian, cirri-ciri dan teori
pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
PENDIDIKAN
Pendidikan
merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai
kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam
kompetisi kehidupannya.
Pendidikan
adalah pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk
menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya.
Pengertian yang lain: Pendidikan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaannya agar mampu berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (InsanCerdas dan Kompetitif).
Pengertian yang lain: Pendidikan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan kemanusiaannya agar mampu berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (InsanCerdas dan Kompetitif).
1. Definisi Maha Luas
Pendidikan
adalah hidup (segala pengalaman belajar yg berlangsung dalam segala lingkungan
dan sepanjang hidup. Segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan
individu, suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interaksi
individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik, berlangsung sepanjang
hayat sejak manusia lahir).
2. Definisi Sempit
2. Definisi Sempit
Pendidikan
adalah sekolah (pengajaran yang di selenggarakan disekolah sebagai lembaga
pendidikan formal, segala pengaruh yang di upayakan sekolah terhadap anak dan
remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan
kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka).
3. Definisi alternatif atau luas
terbatas
Pendidikan
adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintahan.
Melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan, yang berlangsung di
sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat. Untuk mempersiapkan peserta didik
agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup. Secara tepat di
masa yang akan datang.
Pendidikan
adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk pendidikan formal,
non formal dan informal di sekolah dan luar sekolah. Yang berlangsung seumur
hidup yang bertujuan optimalisasi perkembangan kemampuan-kemampuan individu.
Agar di kemudian hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat. Pendidikan
adalah usaha sadar yang teratur dan sistematis yang dilakukan oleh orang tua
yang di serahi tanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai
sifat-sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan.
4. Definisi berdasarkan fungsi
a.
Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya
Sebagai
proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan
budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut
mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi
muda. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok
diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.
b.
Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Sebagai
proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang
sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi
mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang
sudah dewasa atas usaha sendiri.
c.
Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
Pendidikan
sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana
untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
d.
Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan
sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta
didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa
pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini
menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok
dalam kehidupan manusia.
e.
Definisi pendidikan menurut GBHN
Pendidikan
nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan
pancasila dan UUD 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan
martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas dan mandiri sehingga mampu
membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan
pembangunan nasional dan bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsa.
Sebelum lebih jauh membahas tentang seluk beluk pendidikan, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai batasan atau pengertian pendidikan. Dengan pemahaman yang utuh, akan lebih mudah memasuki pembahasan-pembahasan yang lebih dalam tentang pendidikan.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:232), pendidikan berasal dari kata “didik”,
lalu diberikan awalan kata “me” sehinggan menjadi “mendidik” yang artinya
memelihara dan memberi latihan. Dalam memeliahara dan memberi latihan
diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan
pemikiran. Beberapa pengertian pendidikan, diantaranya adalah sebagai berikut :
B. Tujuan dan proses Pendidikan
1.
Tujuan pendidikan
Tujuan
pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar,
dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah
kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai
oleh segenap kegiatan pendidikan.
2.
Proses pendidikan
Proses
pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh
pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses
pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas
pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro,
meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya
proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
C. Konsep Pendidikan Sepanjang
Hayat (PSH)
PSH
bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan,
PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup.
Ide tentang PSH yang hampir tenggelam, yang dicetuskan 14 abad yang lalu,
kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16).
Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk
pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan. Pengorganisasian dan
penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia, dari usia yang
paling muda sampai paling tua.(Cropley:67)
Berikut
ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:
a.
Rasional
b.
Alasan keadilan
c.
Alasan ekonomi
d.
Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan
peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan
perkembangan iptek
e.
Alasan perkembangan iptek
f.
Alasan sifat pekerjaan
g.
Alasan yang menopang
Conny
Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai
berikut:
Perkembangan
iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi para
pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta
didik. Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.
Para
ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami
konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret
dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau
mempraktekannya sendiri.
Dalam
proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak
dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri
peserta didik.
D. Unsur-Unsur Pendidikan
Proses
pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1.
Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2.
Orang yang membimbing (pendidik)
Interaksi antara peserta didik dengan pendidik
(interaksi ed

Post a Comment