BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Saham
merupakan salah satu instrumen keuangan jangka panjang yang diperdagangkan di
pasar modal Indonesia. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau
pemilikan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan
terbatas (Darmadji dan Fakhruddin, 2001:5). Selembar kertas yang berisi
mengenai bukti kepemilikan atas perusahaan yang menerbitkan surat berharga
tersebut merupakan wujud dari saham. Posisi permintaan dan penawaran atas saham
yang ada di pasar modal Indonesia, membuat saham memiliki harga untuk
diperjualbelikan. Semakin tinggi tingkat permintaan dan penawaran terhadap
lembar saham, maka harga saham pun akan tinggi dan juga sebaliknya.
Dalam
analisis pergerakan harga saham terdapat analisis fundamental dimana mencakup
aspek ekonomi, aspek industri, dan aspek perusahaan. Menurut Harianto dan
Sudono (1998:475), analisis terhadap aspek perusahaan penting untuk dilakukan
oleh investor, karena analisis perusahaan ini menyangkut penilaian keadaan
keuangan perusahaan, dimana dapat dilihat pendapatan atau laba yang diperoleh
perusahaan. Apabila pendapatan atau laba yang diperoleh perusahaan tinggi, hal
ini akan dapat membuat harga saham juga tinggi (Harianto dan Sudono, 1998:476).
Tingginya pendapatan atau laba yang diperoleh 2 perusahaan membuat kepercayaan
investor terhadap perusahaan akan pengembalian yang diharapkan investor.
Kepercayaan investor inilah yang akan memberikan keputusan investasi untuk
membeli saham perusahaan tersebut. Tingkat pembelian saham perusahaan merupakan
permintaan yang nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut.
Namun, dalam menilai harga saham para investor tidak hanya melihat dari dalam
perusahaannya saja, tetapi faktor lain seperti tingkat suku bunga juga perlu
dipertimbangkan. Tingkat suku bunga memberikan pilihan bagi investor untuk
menanamkan modal mereka. Jika tingkat suku bunga tinggi maka investor akan
menyimpan modal mereka di bank. Sedangkan, apabila tingkat suku bunga rendah
investor akan menanamkan modal mereka di pasar modal dengan harapan
pengembalian yang tinggi meski dengan resiko yang tinggi pula. Investasi akan
memberikan hasil jika hal tersebut dilakukan dalam kurun waktu yang panjang.
Investor dapat menilai bagaimana kinerja perusahaan melalui laporan keuangan
perusahaan, maupun faktor eksternal perusahaan seperti tingkat suku bunga untuk
mengetahui pengaruhnya terhadap harga saham sebagai landasan para investor
dalam berinvestasi.
Dalam
menilai harga saham sebuah perusahaan, analisis aspek perusahaan sangat penting
dilakukan. Kemampuan perusahaan dalam mengoperasikan kegiatan operasional
perusahaan memiliki hubungan timbal balik dengan pendapatan atau laba yang
diperoleh perusahaan. Hal inilah yang akan dipertimbangkan oleh investor saat
akan menanamkan modalnya. Beberapa faktor yang diteliti berkaitan dengan harga
saham dapat dilihat dari laporan keuangan 3 perusahaan diantaranya adalah basic
earning power, return on asset, financial leverage, earning yield, dan kas
operasi. Basic earning power merupakan salah satu ukuran profitabilitas, dimana
mampu mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (Atmaja, 2003:415).
Basic earning power dihitung dengan membagi laba usaha/operasi dengan total
aktivanya.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan saham ?
2. Bagaimana
yang dimaksud dengan pengambilan keputusan ?
3. Bagaimana
cara membeli saham ?
4. Seperti
apa alur pengambilan keputusan pembelian saham ?
C.
Tujuan
Tujuan
penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui atau mengerti tentang saham
beserta cara membeli saham beserta mengetahui pengambilan keputusan pembelian
saham yang baik. Dan juga untuk memenuhi tugas kuliah tentang pembelian saham.
D.
Manfaat
1. Manfaat
untuk penulis ialah mengetahui teluk beluk tentang saham dan mendalami tentang
pengertian saham berserta cara pengambilan keputusan dalam pembelian saham yang
benar.
2. Bagi
kalangan umum penulisan ini mampu memperkaya wawasan serta berguna bagi
pengembangan penelitian selanjutnya.
3. Bagi
investor atau calon investor penelitian ini juga berguna bagi pihak eksternal
dan internal perusahaan untuk mengetahui secara pasti tentang pembelian saham.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Saham
Saham
adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu
perusahaan. Jika anda membeli saham berarti anda membeli sebagian kepemilikan
atas perusahaan tersebut. Dan anda berhak atas keuntungan perusahaan dalam
bentuk dividen, jika perusahaan mebukukan keuntungan. Anda juga bisa mengambil
keuntungan dari naiknya harga saham tersebut dari waktu ke waktu.
Saham
dibagi menjadi 2 kategori utama:
1. Saham
biasa (common stock)
Saham
Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti
pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan.
Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap /
deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang
diderita perusahaan. Saham biasa Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan
dan aktiva yang dimiliki perusahaan
Orang
yang memiliki saham suatu perusahaan memiliki hak untuk ambil bagian dalam
mengelola perusahaan sesuai dengan hak suara yang dimilikinya berdasarkan besar
kecil saham yang dipunyai. Semakin banyak prosentase saham yang dimiliki maka
semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol operasional perusahaan.
Pemegang
saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan
bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar
investasi pada saham tersebut. Saham Biasa Memiliki karakteristik Utama sebagai
berikut:
·
Hak suara pemegang saham, dapat memillih
dewan komisaris
·
Hak didahulukan, bila organisasi
penerbit menerbitkan saham baru
·
Tanggung jawab terbatas, pada jumlah
yang diberikan saja
2.
Saham preferen (Preferred Stock)
Saham
preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak
pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapat dividen lebih dulu
dan juga memiliki hak suara lebih dibanding pemegang saham biasa seperti hak
suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusahan sekuat
tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.
Saham
yang mempunyai karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena
bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa
tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor.
Persamaannya
dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya
tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat
dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Saham Preferen memiliki
karakteristik sebagai berikut:
·
Memiliki berbagai tingkat, yang dapat
diterbitkan dengan karakteristik berbeda
·
Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan,
memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal
pembagian dividen dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode
sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari
saham biasa
·
Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi
saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit
terbentuk
B.
Pandangan
umum tentang pengambilan keputusan
Fred Luthans dalam bukunya Perilaku
Organisasi menyebutkan bahwa pengambilan keputusan didefinisikan secara
universal sebagai pemilihan alternatif. Pendapat yang senada diungkapkan oleh
Chester Barnard dalam The Function of the Executive bahwa analisis
komprehensif mengenai pengambilan keputusan disebutkan sebagai suatu “proses
keputusan ... merupakan teknik untuk mempersempit pilihan”. Sementara dalam
bahan ajar DR. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM bahwa membuat keputusan adalah
“The process of choosing a course of action for dealing with a problem or
opportunity”.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
pengambilan keputusan erat kaitannya dengan pemilihan suatu alternatif untuk
menyelesaikan atau memecahkan masalah serta memperoleh kesempatan.
Herbert Simon, ahli teori keputusan dan
organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses pengambilan
keputusan yaitu :
·
Aktivitas intelegensi yakni penelusuran
kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan
·
Aktivitas desain yakni terjadi tindakan
penemuan, pengembangan dan analisis masalah
·
Aktivitas memilih yakni memilih tindakan
tertentu dari yang tersedia
1. Fungsi
dan tujuan pengambilan keputusan
Fungsi
pengambilan keputusan yaitu :
Pengambilan
keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan masalah mempunyai fungsi
antara lain sebagai berikut :
·
Pangkal permulaan dari semua aktivitas
manusia yang sadar dan terarah baik secara individual maupun secara kelompok,
baik secara institusional maupun secara organisasional
·
Sesuatu yang bersifat futuristik,
artinya menyangkut dengan hari depan/masa yang akan datang, dimana efeknya atau
pengaruhnya berlangsung cukup lama
2. Tujuan
pengambilan keputusan dapat dibedakan atas dua yaitu :
·
Tujuan bersifat tunggal yaitu tujuan
pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila yang dihasilkan
hanya menyangkut satu masalah artinya sekali diputuskan dan tidak akan ada
kaitannya dengan masalah lain
·
Tujuan bersifat ganda yaitu tujuan
pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang
dihasilkan itu menyangkut lebih dari satu masalah, artinya bahwa satu keputusan
yang diambil itu sekaligus memecahkan dua masalah atau lebih yang bersifat
kontradiktif atau bersifat tidak kontradiktif.
C.
Langkah
Dalam Pengambilan Keputusan
Mintzberg
mengungkapkan bahwa langkah-langkah dalam pengambilan keputusan terdiri dari :
1. Tahap
identifikasi
Tahap ini adalah tahap
pengenalan masalah atau kesempatan muncul dan diagnosis dibuat. Sebab tingkat
diagnosis tergantung dari kompleksitas masalah yang dihadapi
2. Tahap
pengembangan
Tahap ini merupakan
aktivitas pencarian prosedur atau solusi standar yang ada atau mendesain solusi
yang baru. Proses desain ini merupakan proses pencarian dan percobaan di mana
pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas
3. Tahap
seleksi
Tahap ini pilihan
solusi dibuat, dengan tiga cara pembentukan seleksi yakni dengan penilaian
pembuat keputusan : berdasarkan pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis,
dengan analisis alternatif yang logis dan sistematis, dan
dengan tawar-menawar saat seleksi melibatkan kelompok pembuat
keputusan dan semua manuver politik yang ada. Kemudian keputusan diterima
secara formal dan otorisasi dilakukan.
D.
Dasar-dasar
Pendekatan Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan harus dilandasi oleh prosedur dan teknik serta didukung
oleh informasi yang tepat (accurate), benar(reliable) dan tepat waktu
(timeliness). Ada beberapa landasan yang digunakan dalam pengambilan keputusan
yang sangat bergantung dari permasalahan itu sendiri. Menurut George
R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan
keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi
Pengambilan
keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaam memiliki sifat subjektif
sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisn ini
mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
Ø Keuntungan
:
·
waktu yang digunakan untuk mengambil
keputusan relatif lebih pendek
·
untuk masalah yang pengaruhnya terbatas,
pengambilan keputusan ini akan memberikan kepuasan pada umumnya
·
kemampuan mengambil keputusan dari
pengambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan
baik.
Ø Kelemahan
:
·
Keputusan yang dihasilkan relatif kurang
baik
·
Sulit mencari alat pembandingnya,
sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya
·
Dasar-dasar lain dalam pengambilan
keputusan seringkali diabaikan.
2. Pengalaman
Pengambilan
keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis,
karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat
diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang
yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan
akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi
kini.
3. Fakta
Pengambilan
keputusan berdasarkan fakt dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan
baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan
dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang
dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Pengambilan
keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap
bawahannyaatau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih
rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga
memiliki kelebihan dan kekurangan.
Ø Kelebihan
:
·
Kebanyakan penerimaannya adalah bawahan,
terlepas apakah penerimaan tersebut secara sukarela ataukah secara terpaksa
·
Keputusannya dapat bertahan dalam jangka
waktu yang cukup lama
·
Memiliki daya autentisitas yang tinggi
Ø Kelemahan
:
·
dapat menimbulkan sifat rutinitas
·
mengasosiasikan dengan praktik
diktatorial
·
sering melewati permasalahan yang
seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan
5. Logika
Pengambilan
keputusan yang berdasar logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan
unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan
keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat
objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau
nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati
kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada pengambilan keputusan
secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
·
kejelasan masalah
·
orientasi tujuan : kesatuan pengertian
tujuan yang ingin dicapai
·
pengetahuan alternatif : seluruh
alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
·
preferensi yang jelas : alternatif bisa
diurutkan sesuai kriteria
·
hasil maksimal : pemilihan alternatif
terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal
E.
Cara
Membeli Saham
Masalah keuangan yang sering dihadapi menuntut
seseorang untuk mulai berfikir jauh ke depan agar masalah keuangan yang terjadi
pada saat ini tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang. Nah, berinvestasi
merupakan salah satu solusi keuangan yang sering digunakan oleh banyak orang
untuk mengatasi hal tersebut. kegiatan investasi pada saat ini sudah sangat
bervariasi dan beraneka ragam. Ada yang memanfaatkan barang- barang berharga
seperti emas dan permata sebagai sarana investasi. Ada pula yang berfikir untuk
melakukan investasi dengan cara menyertakan sejumlah modal tertentu ke dalam
perusahaan yang bonafit atau memiliki prospek keuntungan yang bagus untuk bisa
mendapatkan hsil yang maksimal pula. Salah satu implikasinya adalah yaitu
berinvestasi dengan cara membeli saham.
Investasi saham
ini adalah investasi dnegan cara membeli sejumlah saham yang ditawarkan oleh
suatu perusahaan dan akan mendapatkan imbal hasil jika perusahaan yang
disertakan modal mendapatkan keuntungan pula. Investasi yang satu ini bisa
dikatakan investasi paling populer dalam masyarakat. Pengertian masyarakat
tentang investasi pun sebgaian besar bisa digambarkan dalam investasi saham
ini. padahal sebenarnya masih banyak jenis dan macam cara investasi yang
lainnya.
Investasi saham
ini biasanya dilakukan oleh orang- orang yang mengerti mengenai investasi
saham. Mereka membeli sejumlah saham di suatu perusahaan yang memang
profitabilitasnya tinggi dan memiliki kinerja yang baik. Dalam melakukan
investasi saham ini tidak bisa secara sembarangan jika mengharapkan imbal hasil
yang maksimal. Anda sebagai investor haruslah memiliki pengetahuan dan
melakukan analisis terlebih dahulu terutama kepada perusahaan yang akan Anda
beli sahamnya. Jika Anda sudah menemukan perusahaan mana yang akan Anda pilih
sebagai investasi maka selanjutnya Anda juga perlu mengetahui cara pembelian
saham tersebut. Hal tersebut adalah hal yang paling dasar dalam melakukan
investasi saham. Maka dari itu untuk memberikan wawasan mengenai cara pembelian
saham dalam investasi saham maka kami berikan sedikit penjelasan mengenai tata
cara dan alur dalam cara pembelian saham.
1.
Membuka Rekening Saham
Cara membeli saham Indonesia atau
menanam saham di bursa saham membutuhkan beberapa tahap. Langkah yang paling
awal adalah Anda akan diminta membuka satu rekening saham yang tercantum nama
Anda. Teknis pembukaan rekening saham sangat mirip dengan pembukaan rekening
tabungan. Jika Anda membuka rekening tabungan, maka Anda datang ke cabang Bank
terdekat. Sedangkan untuk membuka rekening saham Anda anda perlu datang ke
perusahaan sekuritas yang melayani pembukaan rekening saham. Perusahaan
sekuritas yang ada di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu atas milik pemerintah
dan atas milik swasta. Salah satu perusahaan sekuritas yang dimiliki oleh
pemerintah adalah Danareksa Sekuritas.
Namun, Anda bisa memilih salah satu
dari banyak perusahaan sekuritas yang ada untuk melakukan pembukaan rekening
saham. Saat ini ada beberapa kemudahan yang diberikan dalam pembukaan rekening
saham yaitu salah satunya adalah setoran awal untuk membuka rekening saham
termasuk cukup rendah yaitu minimal Rp 5 juta. Namun setiap perusahaan
sekuritas mempunyai ketentuannya masing-masing. Jadi, untuk detail jumlah
setoran untuk pembukaan rekening saham, Anda bisa tanyakan langsung ke perusahaan
sekuritas yang terkait. Sama halnya membuka rekening tabungan, Anda diminta
untuk memberikan beberapa data atau dokumen penting seperti, Foto copy
identitas, data alamat tempat tinggal saat ini, data usaha atau pekerjaan, data
ahli waris, dan Foto Copy buku rekening tabungan. Data data tersebut adalah
data yang Anda butuhkan untuk membuka rekening saham perorangan.
2.
Pilih Saham
Tahap selanjutnya setelah anda
membuka rekening saham dan sudah menyetor dana awal minimal yang disyaratkan
oleh Perusahaan Sekuritas maka sewaktu- waktu anda sudah dapat untuk
bertransaksi saham. Jika penyetoran modal sudah Anda lakukan maka selanjutnya
adalah melakukan pemilihan saham- saham yang hendak anda beli sebelum anda
benar- benar melakukan pembelian. Dalam pemilihan saham (sebelum anda ingin
membelinya) diperlukan analisa- analisa khusus yang wajib untuk Anda lakukan.
Pertama yang penting untuk Anda perhatikan adalah mengenai perusahaan yang
mengeluarkan saham tersebut. analisalah apakah perusahaan tersebut aman atau
resmi. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, Anda harus melihat bagaimana
perkembangan perusahaan tersebut dan apakah keuntungannya selalu meningkat atau
malah menurun. Kemudian, Anda juga perlu menentukan waktu yang tepat dalam
melakukan pembelian saham. Hal ini juga memerlukan analisa mengenai grafik
harga saham pada perusahaan tersebut. Anda harus menentukan bahwa saham yang
akan Anda beli berpotensi untuk memperoleh keuntungan besar untuk invesasi
saham Anda. Tahap ini harus Anda lakukan demi kesuksesan yang Anda peroleh
nantinya.
3.
Membeli saham
Jika Analisis mengenai jenis saham
dan saham apa yang akan Anda beli sudah Anda lakukan maka tahapan selanjutnya
adalah melakukan pembelian saham itu sendiri. Inilah tahapan terakhir dalam
pembelian saham. Pembelian saham bisa Anda lakukan dalam dua cara. Cara yang
pertama adalah Melalui Broker atau pialang saham dan cara yang kedua
adalah dengan membeli saham dengan cara mengorder langsung pembelian saham
secara online menggunakan Trading saham Online System. Untuk lebih jelasnya
kami berikan penjelasan di bawah ini.
a. Melalui broker (pialang saham). Anda bisa melakukan
pembelian saham langsung melalui broker atau pialang saham. Bahkan Anda bisa
lebih mudah lagi yaitu hanya dengan menelpon broker atau pialang saham tersebut
ketika hendak melakukan pembelian saham. Cara ini bisa Anda lakukan jika
Anda sudah mengenal dan mengetahui broker atau pialang- pialang yang ada di
dalam bursa saham.
b. Melalui Memasukkan langsung order pembelian saham secara
online menggunakan Trading Saham Online System. Jika melalui broker atau
pialang saham maka Anda bisa membeli saham langsung dengan datang ke kantornya
atau hanya via telepon. Nah, untuk cara yang kedua, Anda bisa melakukan
pembelian saham melalui Trading Saham Online System. Seperti namanya tentu
sistem ini menggunakan cara atau fasilitas online. Anda bisa menginstal system
ini di komputer atau bisa juga langsung di smartphone Anda.
F.
Alur Pengambilan Keputusan Pembelian
Saham
Merujuk
pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor
KEP-13/PM/1997tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan
Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan
Publik (“Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-13/PM/1997”), menjelaskan
bahwa setiap pemindahan hak atas saham wajib memenuhi kententuan yang tercantum
dalam angka 11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-13/PM/1997,
yang menyatakan:
1.
Pemindahan hak atas saham harus
dibuktikan dengan suatu dokumen yang ditandatangani oleh atau atas nama Pihak
yang memindahkan hak, termasuk oleh atau atas nama Pihak yang menerima
pemindahan hak atas saham yang bersangkutan. Dokumen pemindahan hak atas saham
harus berbentuk sebagaimana ditentukan atau disetujui oleh Direksi.
2.
Bentuk dan tata cara pemindahan hak atas
saham yang diperdagangkan di Pasar Modal wajib memenuhi peraturan
perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
3.
Pemindahan hak atas saham yang termasuk
dalam Penitipan Kolektif dilakukan dengan pemindahbukuan dari rekening Efek
satu ke rekening Efek yang lain pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank
Kustodian, dan Perusahaan Efek.
Adapun perolehan saham bagi PT
Terbuka yang diperdagangkan di Pasar Modal, dapat dilakukan dengan cara:
1. Membeli
saham pada saat penawaran umum (Pasar Perdana)
Jika
ingin membeli saham pada saat pasar perdana ini, biasanya investor dapat
mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang terdapat pada prospektus
ringkas atau yang terdapat pada agen-agen penjual yang dituju dan mengirimkan
kembali formulir tersebut disertai dengan pengiriman dana ke alamat yang
tertera pada formulir.
2. Membeli
saham yang telah beredar (Pasar Sekunder)
Transaksi
jual beli saham yang telah beredar dilakukan melalui perdagangan di Bursa
Efek, yang mana Saudara dapat membelinya melalui anggota bursa.
Kenapa Saudara tidak dapat melakukan pembelian secara langsung dengan
Perusahaan yang dituju? Karena setiap perusahaan yang telah melakukan penjualan
sahamnya di Bursa Efek wajib menunjuk perusahaan efek sebagai perantara
perdagangan efek/pialang yang termasuk dalam daftar perusahaan efek yang
mendapat izin dari BAPEPAM-LK dan telah menjadi anggota bursa. Pialang inilah
yang nantinya akan melakukan pesanan untuk kepentingan investor.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam pembelian
saham atau pengambilan keputusan pembelian saham alangkah baiknya seseorang
atau suatu perusahaan untuk memahami alur dan cara pembelian saham beserta
mengusai harga pasar saham yang sedang berlaku. Saham bisa dibeli oleh siapa
saja jika syarat dan ketentuan hukum yang berlaku sudah terpenuhi semuanya.
Definisi
pasar modal menurut Kamus Pasar Uang dan Modal adalah pasar konkret atau
abstrak yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan memerlukan dana jangka
panjang, yaitu jangka satu tahun ke atas. Umumnya yang termasuk pihak penawar
adalah perusahaan asuranssi, dana pensiun, bank-bank tabungan sedangkan yang
termasuk peminat adalah pengusaha, pemerintah dan masyarakat umum.Produk yang
Terdapat di Pasar Modal.
1. Reksa
Dana
2. Saham
3. Saham
Preferan
4. Obligasi
5. Waran
6. Right
Issue
Suatu
perusahaan atau perseroan dapat menerbitkan 2 jenis saham, yaitu saham
biasa dan saham preferen.
Didalam
suatu saham, memberikan hak kepada pemiliknya untuk:
1.
Menghadiri dan mengeluarkan suara
dalam RUPS, berlaku setelah saham dicatat dalam daftar pemegang saham
atas nama pemiliknya,
2.
Menerima pembayaran dividen dan sisa
kekayaan hasil likuidasi;
3.
menjalankan hak lainnya berdasarkan
Undang-Undang ini.
B.
Saran
Kami
selaku penyusun sangat menyadari masih jauh dari sempurna dan tentunya banyak
sekali kekurangan dalam pembutan makalah ini.Hal ini disebabkan karena masih
terbatasnya kemampuan kami.
Oleh
karena itu, Kami selaku pembuat makalah ini sangat mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun.Kami juga mengharapkan makalah ini sangat
bermanfaat untuk kami khususnya bagi pembaca.
DAFTAR
PUSTAKA
Garrison, Noreen,
Brewer. 2007. Managerial accounting
(Akuntansi Manajerial) buku
ke – 2,edisi 11. Salemba Empat. Jakarta.
Hansen,
Mowen, 2005. Manajemen Accounting
(Akuntansi Manajemen) buku ke – 2 edisi 7. Salemba Empat. Jakarta
Sigit Triandaru dan Totok
Budisantoso. 2006. Bank dan
Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt518624545dde3/pembelian-saham-oleh-perusahaan-(perseroan-terbatas)
Klik Download Now untuk download dalam bentuk docx



Post a Comment