Perbedaan Ghibah Dan Fitnah
Perbedaan ghibah dengan fitnah adalah
beda-beda tipis saja, karena dalam hal ini sama-sama membicarakan keburukan
orang lain, nyata maupun tidak nyata. Sedangkan fitnah sendiri merupakan
sunatulloh yang terus begulir sampai hari akhir kiamat kelak.
Sedangkan bentuk fitnah itu sendiri berbagai macam seperti: Fitnah syetan, fitnah dunia, fitnah amarah, fitnah nafsu birahi, fitnah harta, fitnah terzdalimi, finah jabatan, fitnah perempuan, fitnah penyakit, dan lain-lain. Dibalik semua fitnah itu Alloh jadikan beberapa hikmah didalamnya, agar kaum mu’minin bersabar dan tabah dalam menghadapi coba’an (ujian) dari Alloh subhanahu Wata’ala.
“............... . Dan Kami akan mengujimu dengan kejahatan dan
keburukan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami-lah kamu akan dikembalikan”. (QS.
Al anbiya: 35).
Namun fitnah yang akan saya bahas disini adalah fitnah yang dimaksud,
membicarakan orang lain dengan tujuan merendahkan, menghina dan menghasud orang
lain, dengan tanpa bukti nyata.
Sekarang apa bedanya Ghibah dengan Fitnah? Secara sederhana kedua kata tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:
Sekarang apa bedanya Ghibah dengan Fitnah? Secara sederhana kedua kata tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:
1. Ghibah/gosip = Membicarakan keburukan orang lain, walaupun itu benar.
2.
Fitnah/menghasud
= Membicarakan keburukan orang lain dengan tanpa bukti.
Ghibah
Ghibah
Adalah mengunjing, membicarakan orang lain,
atau menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia
tidak suka jika hal itu disebutkan, baik soal keadaan jasmaninya, akhlaknya,
kekayaanya, kemiskinanya dan lain sebagainya. Caranya pun bermacam-macam, ada
yang denagan membeberkan aibnya, atau menirukan gerak-geriknya atau tingkah
laku orang yang dipergunjingkan dengan bermaksud memperolok-oloknya.
Ghibah, mengumpat dan mencari-cari kesalahan
orang lain adalah merupakan dosa besar. Bahkan Alloh menyebutkan dalam
al-Qur’an, bagi orang-orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain,
meng-Ghibah, dan mengumpat, adalah di ibaratkan dengan orang yang makan bangkai
saudaranya sendiri. Betapa jijik dan kejamnya prilaku itu.
Alloh berfirman:
Alloh berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
segala macam prasangka; sesungguhnya berprasangka dalam beberapa hal itu
baerdosa; dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang; dan jangan pula
sebagian kamu mengumpat kepada sebagian yang lain. Apakah ada seorang diantara
kamu suka makan daging saudaranya yang telah mati? Maka (tentu) kamu jijik
memakanya. Dan bertakwalah kepada Alloh; sesungguhnya Alloh Mahamenerima tobat
lagi mencurahkan rahmatNya”. *QS. Al-Hujarat:12).
Fitnah
Fitnah dengan hibah sangat berbeda kendatipun
tujuanya sama atau mirip.
Fitnah adalah membicarakan keburukan/kejelekan orang lain, sedangkan orang yang dibicarakan tidak melakukanya atau tidak sesuai dengan apa yang dibicarakanya.
Fitnah adalah membicarakan keburukan/kejelekan orang lain, sedangkan orang yang dibicarakan tidak melakukanya atau tidak sesuai dengan apa yang dibicarakanya.
Menurut Wikipedia, Fitnah merupakan
komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma
negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan atas
fakta palsu yang dapat mempengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi
seseorang. Kata “fitnah” diserap dari bahasa Arab, dan pengertian aslinya
adalah “cobaan” atau “Ujian”.
Kata “fitnah” sudah melekat di lidah semua
orang bahwa, fitanah itu lebih kejam dari pembunuhan, namun faktanya masih
banyak diantara kita yang masih suka memfitnah sesama kita. Na’uzdu bilah !.
Namun Alloh juga memberikan statement, bahwa
tidak semua fitnah itu buruk bagi orang yang difitnahnya, karna dibalik fitnah
itu kadang ada sisi baiknya. Dibalik fitnah kita jadikan kewaspadaan bagi kita,
agar kita terhindar dari perbuatan yang membawa kita kejurang fitnah.
Alloh berfirman:
Alloh berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang membuat-buat
kebohongan adalah dari golongan kamu (kaum mu’minin), janganlah kamu menganggap
adanya tuduhan/fitnah sebagai keburukan bagimu, tetapi juga ada
baiknya..........”. (QS. An-Nur: 11)

Post a Comment