Makalah Pronoun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Setelah menguasai bahasa Inggris dengan
baik, maka kita akan dapat berkomunikasi dengan bangsa-bangsa lain di dunia
ini. Di samping itu, kita pun akan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan
kita demi kemajuan bangsa dan negara kita, karena kita akan dapat membaca
literatur-literatur bahasa Inggris, mendengarkan siaran-siaran radio luar
negeri, serta menontong film-film ilmu pengetahuan yang lainnya. Banyak sekali
kaidah-kaidah yang harus diperhatikan dalam penggunaannya, terutama dalam
bidang writingnya. Oleh karena itu, penulis mencoba menyajikan empat kaidah
dari sekian banyak kaidah bahasa Inggris, selain untuk memenuhi tugas kuliah
juga bertujuan semoga tulisan sesingkat ini dapat menambah wawasan kita tentang
bahasa Inggris.
B.
Identifikasi Masalah
Dalam tulisan ini kami simpulkan beberapa
yang akan kami bahas, yaitu:
1. Apa yang dimaksud Pronoun, rumus serta
bagaimana contohnya?
2. Bagaimana pengertian Pronoun, seperti apa
rumusnya, pembagiannya serta contohnya?
3. Mempelajari lebih dalam lagi Pronoun?
4. Apa fungsi penggunaan Pronoun?
C.
Tujuan
Dari masalah di atas, maka penulis tentunya
bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan point-point tersebut, sesuai dengan
pengetahuan yang kami peroleh, baik dari buku sumber maupun dari guru-guru
kami. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita. Bila ada kesalahan tulisan
atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
BAB II
PEMBAHASAN PRONOUNS
Pronoun atau kata ganti adalah kata-kata yang
digunakan untuk menggantikan orang atau benda. Ada 5 jenis kata ganti orang,
yaitu yang berfungsi sebagai subject (Subject Pronouns), sebagai object (object
pronoun), sebagai adjective (possessive adjectives), untuk menyatakan kepunyaan
(possessive pronouns), dan untuk menyatakan refleksi diri (reflexive atau
reciprocal pronouns). Kelima pronoun tersebut disajikan pada tabel berikut.
Subject
Pronouns
Object
Pronouns
Possessive
Adjectives
Possessive
Pronouns
Reciprocal
Pronouns
I
You (singular)
You (plural)
We
They
He
Berdasarkan kata benda yang digantikannya, pronoun
dibedakan menjadi Personal Pronoun dan Impersonal Pronoun.
§ Personal Pronoun
Adalah kata ganti yang menggantikan kata
benda manusia, seperti: man, woman, boy, girl, student, teacher, Anne, John,
brother, sister, dll.
§ Impersonal Pronoun
Adalah kata ganti yang menggantikan kata
benda bukan manusia, seperti: car, chair, table, cat, dog, fish, sheep,
building, ear, eyes, finger, tree, flower, day, month, dll.
A. Penggunaan Subject Pronoun.
§ Subject pronoun adalah kata ganti yang berfungsi
sebagai subject.
I, you, we, they, he, dan she digunakan untuk mengganti orang. Selain itu, “they ” juga digunakan untuk menggantikan plural nouns. He dan she juga dapat digunakan untuk menggantikan hewan, khususnya hewan peliharaan. Dan khusus untuk “she ‘ juga dapat digunakan untuk menggantikan kapal laut.
I, you, we, they, he, dan she digunakan untuk mengganti orang. Selain itu, “they ” juga digunakan untuk menggantikan plural nouns. He dan she juga dapat digunakan untuk menggantikan hewan, khususnya hewan peliharaan. Dan khusus untuk “she ‘ juga dapat digunakan untuk menggantikan kapal laut.
§ “It ” untuk menggantikan benda mati dan
tumbuhan tunggal.
§ He, she dan it adalah singular subject
(orang ketiga tunggal) yang selalu diikuti oleh singular verb.
Penggunaan subject pronoun ada 4, yaitu:
Penggunaan subject pronoun ada 4, yaitu:
a. Pada umumnya subject pronoun diletakkan di
awal kalimat (sebelum verb).
Contoh:
ü I love you.
ü He is my brother.
ü She likes writing a poem. (Dia suka menulis
puisi).
ü Two cars were reported stolen last night.
They haven’t been found yet. (Dua mobil dilaporkan dicuri tadi malam. Mereka
(kedua mobil itu) belum ditemukan).
ü You have to buy a good English dictionary.
(Kamu harus membeli sebuah kamus bahasa Inggris yang baik).
ü We planted a rose plant last month. It is
growing well now. (Kami menanam sebuah tanaman mawar sebulan yang lalu. Dia
(tanaman mawar itu) sedang tumbuh dengan baik sekarang).
b. (it/that/this/these/those/there) + (to be)
+ subject pronoun
Dalam pola-pola seperti ini, it, that, this, these, those dan there hanya berfungsi sebagai pseudo-subject (subject semu). Subject yang sebenarnya adalah nouns setelah to be. Olehnya itu, pronoun yang tepat digunakan setelah to be adalah subject pronoun.
Contoh:
Dalam pola-pola seperti ini, it, that, this, these, those dan there hanya berfungsi sebagai pseudo-subject (subject semu). Subject yang sebenarnya adalah nouns setelah to be. Olehnya itu, pronoun yang tepat digunakan setelah to be adalah subject pronoun.
Contoh:
-
It was I who broke the mirror. (Adalah saya (sayalah)
yang memecahkan cermin itu).
-
There is he here now. You should come here quickly if
you want to meet him. (Ada dia di sini sekarang. Kamu harus datang ke sini
dengan cepat jika kamu ingin bertemu dia).
-
This is I. I am just an ordinary person. (Inilah saya.
Saya hanyalah seorang manusia biasa).
c. Setelah expression as… as dalam kalimat
equal comparison.
Contoh:
Contoh:
-
He is as smart as she. (Dia (cowok) sama pintarnya
dengan dia (cewek).
-
Maria has the same preference as they. (Maria punya
kesukaan yang sama dengan mereka).
d. Setelah than dalam kalimat unequal
comparison.
Contoh:
Contoh:
-
I am smarter than he. (Saya lebih pintar dari dia).
-
They study harder than she. (Mereka belajar lebih giat
dari dia).
e. Setelah different from.
-
We are different from they. (Kita beda dengan mereka).
-
Although they are twins, she is different from he.
(Walaupun mereka kembar, dia (cewek) beda dengan dia).
Note: In speaking (informal occasion), pronoun pada kalimat-kalimat di poin b – d lebih sering dinyatakan dengan object pronoun, menjadi:
Note: In speaking (informal occasion), pronoun pada kalimat-kalimat di poin b – d lebih sering dinyatakan dengan object pronoun, menjadi:
-
It was me who broke the mirror.
-
He is as smart as her.
-
I am smarter than him.
-
We are different from them. dan seterusnya.
Walaupun lebih sering digunakan secara
informal, penggunaan object pronoun ini (poin b-d) dianggap gramatically
incorrect. Jadi, jika anda ikut ujian TOEFL atau test lainnya selalu pilih
subject pronoun, bukan object pronoun.
Contoh kalimat tambahan penggunaan subject pronoun dapat dibaca di topik : Subject kalimat.
Contoh kalimat tambahan penggunaan subject pronoun dapat dibaca di topik : Subject kalimat.
B. Penggunaan Object Pronoun
Object pronoun adalah kata ganti yang
berfungsi sebagai object dan diletakkan setelah verb.
Contoh:
1. Yeyes gave me a piece of cake (Yeyes
memberi saya sepotong kue)
2. Yeyes gave you a piece of cake, too. (Yeyes
memberi kamu sepotong kue juga)
3. Yeyes did not give him a piece of cake.
(Yeyes tidak memberi dia sepotong kue).
4. I like her. (Saya suka dia).
5. Do you like your new bicycle? Yes, I like
it very much. (Apakah kamu suka sepeda barumu? Ya, saya menyukainya dengan
sangat)
6. Koko helped us clean the house. (Koko
membantu kami membersihkan rumah).
7. Yeyes taught him to do his homework. (Yeyes
mengajarinya mengerjakan PR).
8. Didit saw us on the football field. (Didit
melihat kita di lapangan sepakbola)
9. She hates me because I am very, very
naughty. (Dia membenciku karena saya sangat,sangat jahil)
C. Penggunaan Possessive Adjective
Pronoun ini berfungsi sebagai kata sifat,
yaitu untuk menerangkan kepemilikan terhadap nouns. (The nouns belong to whom?
= nouns itu milik siapa?)
Contoh:
Contoh:
1. This is my house. (Ini adalah rumahku).
2. That is his house.
3. This is your dictionary. (Ini adalah
kamusmu)
4. We all like our teacher.
5. Didit and Yeyes are saving some of their
money to buy a birthday gift.
6. That is your book.
7. This is their clean class.
8. That is our television.
9. This is my new bag.
10. That is her big house.
D. Penggunaan Possessive Pronoun
1. Kata ganti ini juga menyatakan kepemilikan
sesuatu benda. Perbedaannya dengan possessive adjectives adalah terletak pada
kata bendanya yang tidak disebutkan lagi karena sudah tersirat di dalam kata
ganti ini.
Contoh:
This house is mine. (rumah ini adalah rumahku).
Contoh:
This house is mine. (rumah ini adalah rumahku).
2. That house is his. (rumah itu adalah
rumahnya).
3. This dictionary is yours. (kamus ini adalah
kamusmu).
4. I like your shoes but I don’t like mine.
(Saya suka spatumu, tapi saya tidak suka sepatuku).
5. Those books are his now. (Buku-buku itu
adalah buku-bukunya sekarang).
6. This new bag is mine. (Tas baru ini adalah
tasku).
7. That television is ours. (TV itu adalah TV
kami).
8. These beautiful cars are theirs.
(Mobil-mobil cantik ini adalah mobil-mobil mereka).
9. That pencil is yours. (Pensil itu adalah
pensilmu).
10. This dictionary is his. (Kamus ini adalah
kamusnya).
Note: In speaking, noun setelah “this,
that, these dan those” sering dihilangkan. Lawan bicara sudah paham maksudnya
karena noun-nya sudah diacu sebelumnya, plus adanya body language.
Contoh-contoh di atas dapat dinyatakan dengan:
1. This is mine
2. That’s yours
3. Those are his now, dan seterusnya
E. Penggunaan Reflexive (Reciprocal) Pronoun
Reflexive atau reciprocal pronoun ini
digunakan untuk merefleksikan diri dan untuk mengeraskan arti orang atau benda
yang diacunya.
Contoh:
Contoh:
1. I hate myself. (Saya benci diriku sendiri).
2. You only love yourself. (Kamu hanya cinta
dirimu sendiri).
3. You all have to help yourselves. (Kamu
semua harus membantu diri kamu sendiri).
4. We have to discipline ourselves. (Kita
harus mendisiplinkan diri kita sendiri).
5. She must be angry to herself. (Dia harus
marah pada dirinya sendiri).
6. He gives himself a little more time to
rest. (Dia memberi dirinya sendiri sedikit lebih banyak waktu untuk
beristirahat).
7. They are proud of themselves. (Mereka
bangga pada diri mereka sendiri).
Soal : Coba terjemahkan ke dalam bahasa
Inggris kalimat berikut:
·
Saya akan meminjamimu sepedaku.
Jawab:
Kata ‘meminjami’ adalah sebuah kata kerja (aktivitas yang akan dilakukan oleh subject ‘Saya’). Jadi ‘mu’ di sini bukanlah mengganti kepunyaan, melainkan kependekan dari pronoun ‘kamu’, yang berfungsi sebagai object kalimat, sehingga dalam bahasa Inggris menjadi “you”. Sedangkan pronoun ‘ku’ di kalimat ini adalah sebuah possessive adjective, yang menerangkan who (siapa) yang memiliki ‘sepeda’ tersebut. Oleh karena itu, pronoun yang tepat untuk ‘ku’ adalah ‘my’. Jadi, kalimat di atas dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi:
Kata ‘meminjami’ adalah sebuah kata kerja (aktivitas yang akan dilakukan oleh subject ‘Saya’). Jadi ‘mu’ di sini bukanlah mengganti kepunyaan, melainkan kependekan dari pronoun ‘kamu’, yang berfungsi sebagai object kalimat, sehingga dalam bahasa Inggris menjadi “you”. Sedangkan pronoun ‘ku’ di kalimat ini adalah sebuah possessive adjective, yang menerangkan who (siapa) yang memiliki ‘sepeda’ tersebut. Oleh karena itu, pronoun yang tepat untuk ‘ku’ adalah ‘my’. Jadi, kalimat di atas dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi:
·
I will lend you my bicycle. Atau,
·
I will lend my bike to you.
F. Penggunaan Indefinite Pronoun: One Dan Ones
1. Selain kelima jenis pronoun di atas, one‘
dan ones juga dapat digunakan untuk menggantikan nouns yang sudah pernah
disebutkan sebelumnya. One digunakan untuk menggantikan singular nouns (benda
tunggal), sedangkan ones digunakan untuk menggantikan plural nouns (benda
jamak).
Contoh:
There are two dogs in my house. They are brown and white. The brown one is big, tall and a little fierceful, while the white one is smaller, shorter, and calmer. (Ada 2 anjing di rumahku. Mereka berwarna coklat dan putih. Anjing yang berwarna coklat adalah besar, tinggi, dan sedikit galak, sedangkan anjing yang berwarna putih adalah lebih kecil, lebih pendek, dan lebih jinak).
Contoh:
There are two dogs in my house. They are brown and white. The brown one is big, tall and a little fierceful, while the white one is smaller, shorter, and calmer. (Ada 2 anjing di rumahku. Mereka berwarna coklat dan putih. Anjing yang berwarna coklat adalah besar, tinggi, dan sedikit galak, sedangkan anjing yang berwarna putih adalah lebih kecil, lebih pendek, dan lebih jinak).
2. I have two new red pens on my right hand
and five used blue pens on my left one. Which ones do you want? (Saya punya 2
pulpen merah baru di tangan kanan saya dan 5 pulpen biru yang telah pernah
dipakai di tangan kiri saya. Pulpen-pulpen yang manakah yang kamu inginkan?).
Note: ‘One ‘ atau ‘ones ‘ hanya menggantikan noun-nya saja, sedangkan adjective-nya harus tetap disebutkan agar pembaca atau lawan bicara mengerti apa atau siapa yang diacu/dirujuk oleh ‘one’ atau ‘ones’ tersebut.
Note: ‘One ‘ atau ‘ones ‘ hanya menggantikan noun-nya saja, sedangkan adjective-nya harus tetap disebutkan agar pembaca atau lawan bicara mengerti apa atau siapa yang diacu/dirujuk oleh ‘one’ atau ‘ones’ tersebut.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan Makalah diatas, dapat
disimpulkan bahwa Pronoun atau kata ganti adalah kata-kata yang digunakan untuk
menggantikan orang atau benda. Ada 5 jenis kata ganti orang, yaitu yang
berfungsi sebagai subject (Subject Pronouns), sebagai object (object pronoun),
sebagai adjective (possessive adjectives), untuk menyatakan kepunyaan
(possessive pronouns), dan untuk menyatakan refleksi diri (reflexive atau
reciprocal pronouns).
Berdasarkan kata benda yang digantikannya, pronoun dibedakan menjadi Personal Pronoun dan Impersonal Pronoun.
Berdasarkan kata benda yang digantikannya, pronoun dibedakan menjadi Personal Pronoun dan Impersonal Pronoun.
·
Personal Pronoun adalah kata ganti yang menggantikan
kata benda manusia, seperti: man, woman, boy, girl, student, teacher, Anne,
John, brother, sister, dll.
·
Impersonal Pronoun adalah kata ganti yang menggantikan
kata benda bukan manusia, seperti: car, chair, table, cat, dog, fish, sheep,
building, ear, eyes, finger, tree, flower, day, month, dll.
Dalam pola-pola seperti ini, it, that, this, these, those dan there hanya berfungsi sebagai pseudo-subject (subject semu). Subject yang sebenarnya adalah nouns setelah to be. Olehnya itu, pronoun yang tepat digunakan setelah to be adalah subject pronoun. Object pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai object dan diletakkan setelah verb. Reflexive atau reciprocal pronoun ini digunakan untuk merefleksikan diri dan untuk mengeraskan arti orang atau benda yang diacunya.
Dalam pola-pola seperti ini, it, that, this, these, those dan there hanya berfungsi sebagai pseudo-subject (subject semu). Subject yang sebenarnya adalah nouns setelah to be. Olehnya itu, pronoun yang tepat digunakan setelah to be adalah subject pronoun. Object pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai object dan diletakkan setelah verb. Reflexive atau reciprocal pronoun ini digunakan untuk merefleksikan diri dan untuk mengeraskan arti orang atau benda yang diacunya.
DAFTAR PUSTAKA
Annonimus.(2012).Pronoun (Online)
http://swarabhaskara.com/parts-of-speech/pronoun/
diakses pada hari Kamis pada tanggal 19 Januari 2012.pukul 08.00 WIB
Annonimus.(2012).Pronoun (Online)
http://aidianet.blogspot.com/2009/01/pronoun.html
diakses pada hari Kamis pada tanggal 19 Januari 2012.pukul 08.05 WI

Post a Comment