PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Bisnis internasional merupakan salah satu
bentuk Hubungan Internasional .Bisnis Internasional merupakan kinerja aktivitas
bisnis yang melintasi batas nasional. Seperti yang kita ketahui , tidak ada
satu Negara pun yang dapat menghasilkan sendiri semua
barang atau jasa yang dibutuhkan oleh Negara tersebut
. Karena tak semua Negara memiliki sumber alam untuk keperluam industri
serta tidak semua iklim cocok untuk hasil bumi. Dan masih banyak lagi faktor
yang melatar belakangi dilakukannya Bisnis Internasional.
Bisnis internasional yang digerakkan suatu
Negara memiliki macam aktivitas di dalamnya dan memiliki
tahapan memasuki kegiatan bisnis. Selain itu diadakannya
bisnis internasional memiliki spesialisasi keunggulan
atau kekuatan beserta kelemahannya maka suatu Negara
haruslah menentukan pilihan yang strategis. Pertimbangan pengembangan bisnis
yang mendorong mengapa suatu perusahaan terjun ke bisnis
internasional. Serta hambatan – hambatan dalam memasuki bisnis
internasional.
Bisnis internasional merupakan salah satu
kompenen penting penggerak kehidupan perekonomian suatu bangsa maka dari
itu salah satu kompenen ini haruslah berjalan dalam rangka keberlangsungan
kehidupan bangsa. Dan penulis memutuskan untuk mengambil tema bisnis
internasional dalam pembahasan kali ini. (Murti Sumarni dan John
Soeprihanto, 1998:26)
B. Rumusan
Masalah
a.
Apa pengertian
bisnis internasional ?
b.
Apa
alasan melaksanakan bisnis internasional ?
c.
Apa saja hambatan dalam memasuki bisnis
internasional?
d.
Apa
keuntungan bagi pelaku bisnis internasional ?
C. Tujuan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk
mengetahui pengertian bisnis internasional
2. Untuk
mengetahui latar belakang dilaksakannya bisnis internasional
3. Untuk
mengetahui tahap-tahap dalam memasuki bisnis internasional
4. Untuk
mengetahui hambatan dalam memasuki bisnis internasional
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Bisnis Internasional
Menurut Rugman dan Hodgetss ”International
business is the study of transactions taking place across national borders for
the purpose of satisfying the needs of individuals and organizations”.
Menurut Griffin dan Pustay “Internatioal
business transactions between parties from more than one country is part of
international business”.
Ball dan Wendell “Bisnis internasional
merupakan bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas Negara.
Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan pemanufakturan
di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang d bidang-bidang
seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi,
perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi masa”.
Bisnis internasional adalah bisnis yang
melibatkan penyeberangan batas-batas Negara.
B. Alasan
Melaksanakan Bisnis Internasional
1. Kekuatan
Ekonomi
Kekuatan ekonomi meliputi antara lain sistem perekonomian
dan kondisi perekonomian di dalam negeri maupun luar negeri.
Sistem perekonomian suatu negara pada
dasarnya dapat dibagi tiga, yaitu sistem perekonomian pasar (market economy),
sistem perekonomian terpusat (centralized
economy) dan sistem perekonomian campuran (mixed economy). Dalam sistem perekonomian pasar peranan
pemerintah sangat kecil dalam perekonomian, yang berbeda dengan sistem
perekonomian terpusat dimana campur tangan pemerintah sangat besar dalam
perekonomian. Umumnya negara menganut sistem perekonomian campuran dari sistem
perekonomian pasar dan perekonomian terpusat, yang membedakan hanya kadar
peranan campur tangan pemerintah dalam perekonomian apakah lebih besar atau
lebih kecil. Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas dewasa ini, maka
terdapat kecenderungan di berbagai negara campur tangan pemerintah dalam
perekonomian semakin berkurang.
Sedangkan kondisi perekonomian negara
domestik maupun luar negeri, meliputi antara lain populasi (jumlah penduduk),
pendapatan nasional (Gross Domestic Bruto atau GDP), pertumbuhan ekonomi,
pendapatan per kapita dan distribusi pendapatan, serta keadaan variabel ekonomi
lainnya, seperti tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, tingkat inflasi dan
lain-lain.
Dalam kekuatan ekonomi ini termasuk juga
kekuatan keuangan internasional. Terdapat dua kekuatan keuangan internasional
yang paling mempengaruhi bisnis internasional, yaitu sistem moneter
internasional dan penentuan kurs valas.
2. Kekuatan
Budaya Masyarakat
a.
Pengertian
Budaya
Budaya adalah simbol-simbol,
kepercayaan, sikap, nilai-nilai, harapan, dan norma-norma untuk berperilaku
yang dimiliki kelompok masyarakat tertentu. Budaya juga diartikan sebagai
konvensi-konvensi kebiasaan, sikap dan perilaku sekelompok orang. Jadi
kebudayaan meliputi pola perilaku yang umum atau gaya hidup dari suatu kelompok
masyarakat tertentu.
b.
Elemen
Budaya
Menurut Cateora
(1996), terdapat lima elemen dalam budaya, yaitu budaya material, organisasi
sosial, sistem kepercayaan atau keyakinan, estetika, dan bahasa.
·
Budaya
Material
Budaya material dibedakan menjadi teknologi dan ekonomi. Teknologi
merupakan teknik atau cara untuk mengubah material menjadi suatu produk yang
berguna bagi masyarakat. Sedangkan yang dimaksud dengan ekonomi adalah cara
yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi
dirinya maupun orang lain dengan menggunakan segala kemampuannya.
·
Organisasi
Sosial
Organisasi sosial merupakan suatu lembaga masyarakat yang terkait dengan
bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain, mengajarkan perilaku yang
dapat diterima oleh masyarakat, dan mengorganisasikan kegiatan masyarakat untuk
dapat hidup secara harmonis.
·
Sistem
Kepercayaan Atau Keyakinan
Kepercayaan atau keyakinan yang dianut oleh sekelompok masyarakat akan
mempengaruhi sistem nilai yang ada di masyarakat, di antaranya meliputi
kebiasaan-kebiasaan masyarakat, pola konsumsi, cara memandang hidup dan
lain-lain
·
Estetika
Estetika berkaitan dengan seni, dongeng, hikayat, musik dan tari-tarian
yang ada di suatu kelompok masyarakat.
·
Bahasa
Bahasa merupakan cara seseorang menyampaikan atau mengungkapkan sesuatu
melalui simbol-simbol tertentu kepada orang lain.
c.
Pentingnya
Budaya Dalam Bisnis Internasional
Dalam era
globalisasi dan perdagangan bebas dewasa ini, perusahaan-perusahaan yang
melakukan kegiatan bisnis internasional menghadapi permasalahan budaya dalam
upaya pengembangan bisnisnya.
Contoh permasalahan
budaya yang mungkin muncul dalam kegiatan bisnis di antaranya adalah sebagai
berikut.
·
Perusahaan
sangat sulit untuk menerapkan bauran pemasaran (marketing mix) yang sama di
berbagai negara akibat keanekaragaman sikap dan nilai masyarakat.
·
Warna
memiliki arti yang berbeda di dalam budaya yang berbeda, sehingga para agen
pemasaran harus berhati-hati dan memeriksa apakah suatu warna memiliki arti
khusus sebelum menggunakannya untuk produk, kemasan atau iklan.
·
Sikap
terhadap waktu yang berbeda di beberapa negara. Misalnya di Amerika Serikat,
jika seseorang tidak tepat waktu atau terlambat menghadiri pertemuan yang telah
dijanjikan, maka diasumsikan bahwa orang tersebut tidak menganggap pertemuan
itu penting. Akan tetapi di negara lain, misalnya di Timur Tengah, dapat
berarti kebalikannya.
·
Di
beberapa negara, sikap seseorang
terhadap pekerjaan diasosiasikan dengan gengsi. Banyak penduduk di
negara berkembang yang menilai bahwa pekerjaan fisik gengsinya lebih rendah
dari pekerjaan non fisik.
3. Kekuatan
Politik
Banyak kekuatan politik yang harus dihadapi
bisnis internasional yang bersumber dari faktor ideologi, serta faktor lainnya
seperti masalah stabilitas pemerintah, nasionalisme, terorisme, hubungan dengan
organisasi internasional dan lain-lai
a.
Faktor
Ideologi
Dari sudut keyakinan ideologi, maka
pemerintah, partai, dan masyarakat di suatu negara menganut salah satu dari
tiga ideologi, komunisme, kapitalisme atau sosialisme. Dalam melaksanakan
kebijakan ekonominya, suatu negara dapat menganut sistem ekonomi yang
didasarkan pada ideologi tersebut. Sebagai pengecualian, dalam melaksanakan
kebijakan ekonominya ada beberapa negara yang menganut dua sistem, khususnya
komunisme dan kapitalisme. Disamping itu juga dikenal feodalisme, golongan
konservatif dan liberal.
·
Feodalisme
Istilah feodalisme mengacu pada suatu sistem ekonomi, sosial dan
politik, yang dibatasi secara tegas oleh struktur kelas-kelas, dimana kaum
bangsawan berada di bagian puncak dan petani di bagian bawah. Di antara
keduanya terdapat beragam strata, seperti kaum pedagang dan pekerja
kerajinan, yang bertindak selaku
perantara atas kedua ekstrim tersebut. Feodalisme merupakan struktur
perekonomian yang sangat abadi, yang masih ada sampai sekarang. Di tanah Arab,
sistem feodal Sheikh masih diterapkan secara luas hingga kini dan keluarga-
keluarga raja menguasai lebih dari sekedar status asal saja.
·
Komunisme
Komunisme yang dicetuskan oleh Karl Marx merupakan teori perubahan
sosial dengan cita-cita masyarakat tanpa perbedaan kelas sosial. Dalam sistem
ekonomi komunis, semua faktor produksi utama dimiliki oleh pemerintah, umumnya
produksi dilakukan oleh pemerintah, dan serikat sekerja dikendalikan oleh
pemerintah.
·
Kapitalisme
Dalam pengertian yang paling dasar, kapitalisme terdiri dari serangkaian
prinsip-prinsip ekonomi yang didasarkan pada konsep properti pribadi dan
kewirausahaan. Menurut kapitalisme yang ideal adalah bahwa bisnis sebagian
besar dijalankan oleh perusahaan-perusahaan swasta pengejar laba, sedangkan
faktor produksi dimiliki oleh swasta atau perseorangan, dan fungsi pemerintah
hanya menangani fungsi yang tidak dapat dilakukan oleh swasta atau
perseorangan, misalnya hubungan luar negeri, pertahanan, polisi dan pelayanan
umum lainnya.
·
Sosialisme
Istilah sosialisme mengacu kepada sistem ekonomi yang menuntut
perencanaan pusat (sentral), dimana pemerintah memiliki kontrol langsung dan
seutuhnya atas perlengkapan produksi. Menurut pandangan sosialisme, alat-alat
produksi dan distribusi dasar dimiliki, dioperasikan dan digunakan oleh
masyarakat secara kolektif dengan pengawasan dari pemerintah, dan keuntungan
bukan merupakan tujuan.
·
Perekonomian
Sosialis-Pasar
Pemerintah Cina dewasa ini memadukan doktrin politik komunis dengan
bentuk kapitalisme terbatas, sebagai “pasar sosialis”. Dalam sistem ini,
bagian-bagian tertentu dari perekonomian yang direncanakan secara terpusat
diperbolehkan untuk mengejar sasaran-saran kapitalis. Kepemilikan pribadi dan
upaya memperoleh laba diperbolehkan. Perusahaan swasta baru diperbolehkan untuk
menjual saham dan bersaing dengan industri-industri yang dimiliki pemerintah.
·
Konservatif
dan Liberal
Sebutan konservatif ditujukan kepada seseorang, kelompok atau partai
yang berkeinginan untuk meminimalkan kegiatan pemerintah dan memaksimalkan
kegiatan swasta atau perseorangan. Sedangkan liberal adalah sebaliknya, yaitu
ditujukan kepada seseorang, kelompok atau partai yang menghendaki peranan
pemerintah lebih besar dalam bidang ekonomi, kepemilikan dan pengaturan usaha.
b.
Analisis
Risiko Politis Dalam Bisnis Internasional
·
Risiko
Politik (Political Risk)
Risiko politik adalah kemungkinan bahwa investasi bisnis di luar negeri
akan terkendala oleh kebijakan pemerintah di negeri tersebut. Terdapat tiga
kategori dasar dari risiko politik, yaitu transfer risks, operational risks,
dan ownership-control risks. Transfer risks merupakan kebijakan pemerintah
untuk membatasi transfer modal, pembayaran, produksi, orang dan teknologi untuk
masuk dan keluar negeri. Operational risks merupakan kebijakan dan prosedur
pemerintah yang secara langsung menghambat manajemen dan kinerja operasi lokal.
Sedangkan ownership-control risks merupakan kebijakan atau tindakan pemerintah yang
menghalangi kepemilikan atau mengawasi operasi lokal.
·
Analisis
Risiko Politik Makro (Macro Political Risk Analysis)
Ini merupakan analisis untuk meninjau kebijakan politik utama yang
mempunyai kemungkinan akan mempengaruhi seluruh perusahaan di dalam negeri.
·
Analisis
Politik Mikro (Micro Political Risk Analysis)
Ini merupakan analisis yang dilakukan langsung terhadap kebijakan dan
tindakan pemerintah yang mempengaruhi sektor-sektor ekonomi tertentu atau
bisnis asing tertentu di dalam negeri.
·
Analisis
Risiko Pengambilalihan (Expropriation Risk Analysis)
Pengambilalihan
adalah penguasaan bisnis oleh negara tuan rumah dengan sedikit atau tanpa
kompensasi. Beberapa proses pengambilalihan didasarkan kepada indigenization
laws, yaitu undang-undang yang menyatakan bahwa bangsa di suatu negara memiliki
kepentingan (hak) utama di dalam operasi bisnis di negara tersebut.
C.
Tujuan
bisnis dan Keuntungan Bisnis Internasional
Agar
tetap beoprasi dan memiliki kelangsungan hudup, setiap bisnis selalu memiliki
tujuan. Ada berbagai tujuan dari suatu bisnis, namun pada umumnya tujuan bisnis
meliputi :
1. Profit (keuntungan)
2. Mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan
3. Pertumbuhan
perusahaan
4. Tanggung
jawab social
5. Dan
yang terpenting sesuai dengan sariat islam.
Kelima
tujuan bisnis tersebut karena keuntungan perusahaan digunakan untuk
mempertahankan hudup perusahaan dan menubuh kembangkan perusahaan serta
merupakan bukti tanggung jawab sosial perusahaan dalam bentuk memberikan
lapangan pekerjaan kepada masyarakat.
Keuntungan
bisnis merupakan selisih antara pendapatan (penghasilan) dengan pengeluaran
(biaya-biaya). Yaitu selisih antara harga jual dengan semua biaya produksi dan
penjualan produk termasuk pajak. Kesuksesan organisasi bisnis dalam
menghasilakan keuntungan karena produk dan jasa mereka secara efektif memenuhi
kebutuhan dan permintaan konsumen. Untuk menghasilkan keuntungan dalam bisnis
terkandung faktor resiko. Semakin tinggi keuntungan yang diharapkan , akan
makin besar pula resiko yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, factor
resiko perlu diperhitungkan dangan matang dalam menjalankan bisnis tersebu.
Keuntungan
ekononis adalah sisa usaha setelah pengeluaran actual dan biaya peluang
dikurangi dari pendapatan, yang dimaksut biaya pelang adalah biaya pemilihan
untuk mengguanakan sumberdaya untuk satu tujuan sementara mengorbankan
alternative terbaik lainya ekonominya bagi pemberdayaan ekonominya tersebu
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bisnis
internasional adalah sebuah kegiatan yang menyangkut segala macam transakasi
bisnis di antara dua negara atau lebih, dengan mencakup baik
kegiatan antar pemerintah maupun perusahaan swasta.
Bisnis
internasional terjadi karena tidak semua negara dapat atau mampu memenuhi
kebutuhannya sendiri dan pengadaan kebutuhan negara terbatas.
Perdagangan internasional berhubungan dengan
berbagai kegiatan, seperti: Perpindahan barang dan jasa dari satu negara ke nagara lain atau disebut dengan istilah transfer of
goods and services.Perpindahan modal melalui penanaman modal asing dari luar negeri ke dalam negeri
(transfer of capital).Perpindahan tenaga kerja yang mempengaruhi pendapatan devisa suatu negara. Dalam proses ini pelu adanya pengawasan mekanisme yang
sering disebut transfer of labour.Perpindahan teknologi melalui cara pendirian pabrik-pabrik di negara lain.
Kegiatan ini disebut transfer of technology.Perdagangan internasional yang
dilakukan dengan penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan
pangsa pasar atau yang disebut dengan transfer of data.
Lingkungan Domestik, termasuk sosio ekonomi,
sosio cultural, politik, hokum, pemerintahan, persaingan ,fisik, tenaga kerja,
keuangan, teknologi.
Lingkungan Luar Negeri, termasuk sosio
ekonomik, sosio cultural, politik, tenaga kerja, keuangan, teknologi dan
lingkungan ekonomi.
B. Saran
Demikian makalah
yang kami sajikan, bila ada kesalahan dalam penulisan juga kekurangan dalam
segi pembahasan mohon dimaklumi. Dengan segala kerendahan hati, kami sebagai
penyusun makalah mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari teman-teman
dan dosen pembimbing agar dapat memperbaiki makalah selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
itosudarmo,Indrio.1996.Pengantar Bisnis Edisi
2.Yogyakarta:BPFE-Yogyakarta
Hariri, Afwan.2009.Pengantar Bisnis. Malang:
Jurusan Manajemen FE UM.
Hartono, Ahmad. 2008. Bisnis Internasional,
(Online), (http://ahmadhartono.blogspot.com/2008/07/bisnis-internasional.html),
diakses 21 November 2012.
Musliadi. 2012. Bab V Bisnis
Internasional, (Online), (http://musliadipnl.wordpress.com/2012/06/18/bab-v-bisnis-internasional/),
diakses 5 Oktober 2012.
Rudy, T.May.2001.Bisnis Internasional Teori,
Aplikasi, & Operasionalisasi. Bandung: Refika Aditama.
Sinta, Gaby Clara. 2011. Bisnis
Internasional,(Online), (http://gabyclarasintapw.blogspot.com/2011/12/bisnis-internasional_13.html),
diakses 24 oktober 2012.
Sukardi, Paulus dan Evi Thelia
Sari.2007.Bisnis Internasional Sebuah Perspektif Kewirausahaan.Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Sumarni, Murti dan John Soeprihanto. 1998. Pengantar
Bisnis. Yogyakarta: Liberty.
Turmudi. 2011. Gambaran Umum Bisnis
Internasional, (Online), (http://masturmudi.wordpress.com/), diakses 5 Oktober
2012.
Klik Download Now untuk mendownload versi docs



Post a Comment