PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang
besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama
Nabi Muhammad SAW. sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal
sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Latar
belakang KH Ahmad Dahlan memilih nama Muhammadiyah yang pada masa
itu sangat asing bagi telinga masyarakat umum adalah untuk memancing rasa ingin
tahu dari masyarakat, sehingga ada celah untuk memberikan penjelasan dan
keterangan seluas-luasnya tentang agama Islam sebagaimana yang telah diajarkan
Rasulullah SAW.
Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung
usaha KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran Islam yang dianggap banyak
dipengaruhi hal-hal mistik. Kegiatan ini pada awalnya juga memiliki basis dakwah untuk wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha.
Selain itu peran dalam pendidikan diwujudkan dalam pendirian sekolah dasar dan
sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hooge School Muhammadiyah dan
selanjutnya berganti nama menjadi Kweek School Muhammadiyah (sekarang dikenal dengan
Madrasah Mu’allimin _khusus laki-laki, yang bertempat di Patangpuluhan
kecamatan Wirobrajan dan Mu’allimaat Muhammadiyah_khusus Perempuan, di
Suronatan Yogyakarta).
Muhammadiyah secara etimologis berarti
pengikut nabi Muhammad, karena berasal dari kata Muhammad, kemudian mendapatkan
ya nisbiyah, sedangkan secara terminologi berarti gerakan Islam, dakwah amar
ma’ruf nahi mungkar dan tajdid, bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah.
Berkaitan dengan latar belakang berdirinya Muhammadiyah secara garis besar
faktor penyebabnya adalah pertama, faktor subyektif adalah hasil
pendalaman KH. Ahmad Dahlan terhadap al-Qur’an dalam menelaah, membahas dan
mengkaji kandungan isinya. Kedua, faktor obyektif di mana dapat
dilihat secara internal dan eksternal. Secara internal ketidakmurnian amalan
Islam akibat tidak dijadikannya al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai satu-satunya
rujukan oleh sebagiab besar umat Islam Indonesia.
Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang
melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan
dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut
seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat
dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam
kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut
Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi
rahmatan lil-’alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.
Visi Muhammadiyah adalah sebagai gerakan
Islam yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan watak tajdid yang
dimilikinya senantiasa istiqamah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar
ma’ruf nahi mungkar di segala bidang, sehingga menjadi rahmatan li al-‘alamin
bagi umat, bangsa dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat Islam
yang sebenar-benarnya yang diridhai Allah swt dalam kehidupan di dunia ini.
Misi Muhammadiyah adalah:
1.
Menegakkan
keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah swt yang dibawa oleh
Rasulullah yang disyariatkan sejak Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad saw.
2.
Memahami
agama dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk
menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
3.
Menyebarluaskan
ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terakhir
untuk umat manusia sebagai penjelasannya.
4.
Mewujudkan
amalan-amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat. Lihat
Tanfidz Keputusan Musyawarah Wilayah ke-39 Muhammadiyah Sumatera Barat tahun
2005 di Kota Sawahlunto
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
sejarah berdirinya Organisasi Muhammadiyah di Indonesia ?
2.
Apa
pengertian Muhammadiyah ?
3.
Apa
Tujuan Berdirinya Muhammadiyah di Indonesia ?
C.
Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk memberi jawaban terhadap
masalah pokok di atas, yaitu apakah latar belakang yang mendasari berdirinya
organisasi Muhammadiyah dan bagaimana ciri perjuangannya beserta pengertian dan
tujuan berdirinya Muhammadiyah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Berdirinya Muhammadiyah di Indonesia
Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman
Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang
bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .
Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton
Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat
Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan
yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali
kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena
itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya
sebagai Khatib dan para pedagang.
Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat
ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman
dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga
dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke
luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka
didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh
pelosok tanah air.
Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya
kepada laki-laki, beliau juga memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam
forum pengajian yang disebut “Sidratul Muntaha”. Pada siang hari pelajaran
untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang
telah dewasa.
KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.
KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.
B.
Perkembangan muhammadiyah di Indonesia
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam
yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad
SAW. sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi
pengikut Nabi Muhammad SAW.
Tujuan utama Muhammadiyah adalah
mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah.
Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan
kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.
Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik (ini dibuktikan dengan jumlah lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah yang berjumlah ribuan). Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. Akan tetapi, ia juga menampilkan kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang ekstrem.
Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik (ini dibuktikan dengan jumlah lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah yang berjumlah ribuan). Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya. Akan tetapi, ia juga menampilkan kecenderungan untuk melakukan perbuatan yang ekstrem.
Dalam pembentukannya, Muhammadiyah banyak
merefleksikan kepada perintah-perintah Al Quran, diantaranya surat Ali Imran
ayat 104 yang berbunyi: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. Ayat tersebut, menurut para tokoh
Muhammadiyah, mengandung isyarat untuk bergeraknya umat dalam menjalankan
dakwah Islam secara teorganisasi, umat yang bergerak, yang juga mengandung
penegasan tentang hidup berorganisasi. Maka dalam butir ke-6 Muqaddimah
Anggaran Dasar Muhammadiyah dinyatakan, melancarkan amal-usaha dan perjuangan
dengan ketertiban organisasi, yang mengandung makna pentingnya organisasi sebagai
alat gerakan yang niscaya.
Sebagai dampak positif dari organisasi ini,
kini telah banyak berdiri rumah sakit, panti asuhan, dan tempat pendidikan di
seluruh Indonesia.
Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah
amar ma’ruf nahi munkar, berasa Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist.
Gerakan Muhammadiyah bermaksud untuk berta’faul (berpengharapan baik) dapat
mencontoh dan meneladani jejak perjuangan nabi Muhammad SAW, dalam rangka
menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam semata-mata demi terwujudnya izzul
Islam wal muslimin, kejayaan Islam sebagai idealita dan kemuliaan hidup sebagai
realita.
Faktor utama yang mendorong berdirinya Muhammadiyah adalah hasil pendalaman K.H. Ahmad Dahlan terhadap Al Qur’an dalam menelaah, membahas, meneliti dan mengkaji kandungan isinya. Dalam surat Ali Imran ayat 104 dikatakan bahwa: “ Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”. Memahami seruan diatas, K.H. Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangun sebuah perkumpulan, organisasi atau perserikatan yang teratur dan rapi yang tugasnya berkhidmad pada pelaksanaan misi dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.
Faktor utama yang mendorong berdirinya Muhammadiyah adalah hasil pendalaman K.H. Ahmad Dahlan terhadap Al Qur’an dalam menelaah, membahas, meneliti dan mengkaji kandungan isinya. Dalam surat Ali Imran ayat 104 dikatakan bahwa: “ Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”. Memahami seruan diatas, K.H. Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangun sebuah perkumpulan, organisasi atau perserikatan yang teratur dan rapi yang tugasnya berkhidmad pada pelaksanaan misi dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.
C.
Visi dan Misi Muhammadiyah
1. Visi
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang
berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan watak tajdid yang dimilikinya
senantiasa istiqomah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi
munkar di semua bidang dalam upaya mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin
menuju terciptanya/terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
2. Misi
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah
amar ma’ruf nahi munkar memiliki misi :
1.
Menegakkan
keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah SWT yang dibawa oleh
para Rasul sejak Nabi Adam as. hingga Nabi Muhammad saw.
2.
Memahami
agama dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk
menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan.
3.
Menyebar
luaskan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an sebagai kitab Allah terakhir
dan Sunnah Rasul untuk pedoman hidup umat manusia.
4.
Mewujudkan
amalan-amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat.
D.
Tokoh-Tokoh Muhammadiyah Dari Masa ke Masa
1.
KH.
Ahmad Dahlan 1912 1923
2.
KH.
Ibrahim 1923 1932
3.
KH.
Hisyam 1932 1936
4.
KH. Mas
Mansur 1936 1942
5.
Ki
Bagoes Hadikoesoemo 1942 1953
6.
Buya AR
Sutan Mansur 1953 1959
7.
KH. M
Yunus Anis 1959 1962
8.
KH.
Ahmad Badawi 1962 1968
9.
KH.
Faqih Usman 1968 1971
10. KH. AR. Fachruddin 1971 1990
11. KH. A. Azhar Basyir 1990 1995
12. Prof. Dr. H. Amien Rais 1995 2000
13. Prof. Dr. H. Ahmad Syafi’i Ma’arif 2000 2005
14. Prof. Dr. H. Din Syamsuddin 2005 Sampai
Sekarang dan habis masa jabatannya tahun 2015
E. Pengertian Muhammadiyah
Secara
etimologis nama Muhammadiyah berasal dari kata Muhammad, yaitu Nabi Muhammad
saw, dan diberi tambahan ya’ nisbah dan ta’ marbutoh yaitu pengikut Nabi
Muhammad saw. KHA. Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah, menegaskan
bahwa Muhammadiyah berarti ummat Muhammad, pengikut Nabi Muhammad saw. Dalam
anggaran Muhammadiyah disebutkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam amar
makruf nahi munkar yang berakidah Islam dan bersumber pada Al Quran dan Hadits
yang shahih.
F. Tujuan Berdirinya Muhammadiyah
Ketika
berbicara muhammadiyah tidak akan ppernahh lepas dari KHA.dahlan itu sendiri.
Sebagai ketua umum muuhammadiyah beliau jugalah yangg mendirikan muhammadiyah.
Dengan berlanfdaskan pada tafsir QS. Al-Imrann ayat 104 “ dan hendaklah ada
golongan diantara kamu menyeruh kepada yang ma’ruff dan mencegah dariyang
mungkar...” bahwa golongan umat yang dikatakan beruntung adalah yang mau untuk
menyeruh kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Yangg memang pada
masa itu, keadaan kaum yogyakarta yang mayoritas masih di dominasi oleh kaum
abangan sehinggga kegiatan pribadatan masih tercampur oleh budaya-budaya
hindu-budha yang menjadikan agama islam tidak murni lagi. Pada masa itu
kaum muslim khususnya di yogyakarta walaupun beragama islam tapi masih
tercampur dengan animisme dan dinamisme. Hal ini terliihat denggan adanya
sesajen, ruwutan, dll yang dalam muhammadiyah dikenal denggan istilah penyakit
TBC ( tahayul, bid’ah,curofat). Dari semangat berjuang inilah kemudian
muncul rumusan untuk mendirikan organisasi kemasyarakkatan.. pada awal
berdirinya masih mencakup ruang lingkup yang kecil yaitu sekitar kerisidenan
yogyakarta, tetapi kemudian meluas ddan berkembang hingga seluruh
indonnesia bahkan sampaii keluar negri. Dengan tujuan menciptakan
masyarakat islam yang sebenar benarnya, artinya adalah masyarakat islam
yang sesuai dengan sunnah dan alquran tidak lebih dan tidak kurang. Yang harapanya
akan terwujud masyarakat islam yang adil, makmur dan ssejahtera.
1.
Faktor-faktor Penyebab Berdirinya
Muhammadiyah adalah
organisasi yang didirikan oleh KHA. Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 atau
18 Nopember 1912 di Yogyakarta. Ada beberapa alasan yang sering
dikemukakan oleh kalangan Muhammadiyah yang menyebab kan KHA. Dahlan
mendirikan organisasi ini adalah sbb :
a. Beliau
melihat bahwa umat Islam tidak memegang teguh Al Quran dan As Sunnah dalam
beramal dan bertauhid sehingga takhayyul, khurafat, bid’ah dan syirik meraja-
lela, akhlak masyarakat runtuh. Akibatnya amalan-amalan mereka bercampur baur
antara yang benar dan yang salah.
b. Lembaga-lembaga
pendidikan yang ada pada masa itu tidak efisien. Pesantren yang menjadi lembaga
pendidikan kalangan bawah pada masa itu dinilai tidak sesuai lagi dengan
perkembangan kebutuhan masyarakat. Pada waktu itu pendidikan di Indonesia
terpecah dalam dua model, yaitu model pendidikan sekuler yang dikembangkan oleh
Belanda dan pendidikan pesantren yang hany mengajarkan ilmu- ilmu agama saja.
Akibatnya timbul jurang pemisah yang sangat dalam antara golongan yang mendapat
pendidikan sekuler dengan golongan yang berpendidikan pesantren. Hal ini juga
yang menjadi penyebab pecahnya rasa persaudaraan (ukhuwah Islamiyah) dikalangan
umat Islam sendiri, yang akhirnya melemahkan kekuatan Islam.
c. Kemiskinan
menimpa rakyat Indonesia yang mayoritas umat Islam yang sebagian besar adalah
petani dan buruh. Orang kaya hanya mementingkan dirinya sendiri, dan banyak
ulama lupa mengingatkan umatnya bahwa Islam mewajibkan zakat bagi si kaya,
sehingga hak-hak orang miskin terabaikan.
d. Kebanyakan
umat Islam hidup dalam fanatisme yang sempit, bertaklid buta dan berpikir
secara dogmatis. Kehidupan umat Islam masih diwarnai konservatisme, formalisme,
dan tradisionalisme.
e. Aktivitas
misi Katolik dan Protestan sudah aktif beroperasi sejak awal abad ke 19, dan
sekolah-sekolah misi itu mendapat subsidi dari pemerintah Belanda.
2.
Gerakan Muhammadiyah
Melihat keadaan umat
Islam yang demikian itulah, dan didorong oleh pemahaman yang mendalam terhadap
surat Ali Imron ayat 104, KHA Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah sebagai
organisasi pembaharu dan mengajak umat Islam untuk kembali beribadah, bertauhid
dan berakhlak sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Sunnah Rasul.
Pada mulanya Muhammadiyah, sesuai dengan perkembangan yang berkembang pada awal berdirinya melakukan aktivitas-aktivitas sbb :
Pada mulanya Muhammadiyah, sesuai dengan perkembangan yang berkembang pada awal berdirinya melakukan aktivitas-aktivitas sbb :
a. Membersihkan
Islam di Indonesia dari pengaruh-pengaruh dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak
Islami. Hal ini dilakukan dengan menggiatkan dan meperdalam penyelidikan ilmu
agama Islam untuk mendapatkan kemurniannya, memperteguh iman, memperkuat
ibadah, dan menggembirakan dakwah amar makruf hani munkar, serta memelihara
tempat-tempat ibadah dan wakaf.
b. Mengadakan
reformulasi doktrin-doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modern.
c. Mengadakan
reformasi ajaran-ajaran dan pendidikan Islam dengan memberikan pelajaran agama
Islam di sekolah-sekolah Belanda dan mendirikan sekolah-sekolah sendiri yang
berbeda pola dengan pendidikan pesantren, yakni memberikan pelajaran agama dan
umum secara bersama-sama.
d. Mempertahankan
Islam dari pengaruh dan serangan-serangan dari luar dengan jalan membentengi
para pemuda, wanita, pelajar, rakyat biasa dengan membangkitkan kesadaran
beragama mereka, dan berusaha untuk memperbaiki kehidupan dan penghidupan
mereka sesuai dengan ajaran-ajaran Islam. Rasa persatuan dan ukhuwah Islamiyah
di kalangan umat Islam digalang kembali.
G.
Maksud
dan Tujuan Muhammadiyah
Rumusan
“Maksud dan Tujuan Muhammadiyah” mengalami perubahan dari keadaan kepada
keadaan lainnya sesuai dengan perkembangan masa. Pada awal berdiri nya,
rumusan itu berbunyi : (a) menyebarkan pengajaran Kanjeng Nabi
Muhammad saw kepada penduduk bumiputera di dalam Karesidenan Yogyakarta;
dan (b) memajukan agama Islam kepada anggota-anggotanya.
Setelah
Muhammadiyah meluas keluar daerah Yogyakarta, dan setelah berdirinya beberapa
cabang di wilayah Indonesia, rumusan Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
disempurnakan menjadi : (a) memajukan dan menggembirakan pengajaran dan
pelajaran agama Islam di Hindia Belanda; dan (b) memajukan dan
menggembirakan hidup sepanjang kemauan agama Islam kepada sekutu-sekutunya.
Setelah keluarnya Undang-undang No. 8 tahun 1985 yang mewajibkan organisasi kemasyarakatan mencantumkan satu azas Pancasila, maka terjadilah perubahan azas Muhammadiyah dari Islam menjadi Pancasila. Akibatnya rumusan Maksud dan Tujuan Muhammadiyah juga berubah. Perubahan itu dihasilkan melalui Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta, menjadi : “Mengakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridlai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setelah keluarnya Undang-undang No. 8 tahun 1985 yang mewajibkan organisasi kemasyarakatan mencantumkan satu azas Pancasila, maka terjadilah perubahan azas Muhammadiyah dari Islam menjadi Pancasila. Akibatnya rumusan Maksud dan Tujuan Muhammadiyah juga berubah. Perubahan itu dihasilkan melalui Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta, menjadi : “Mengakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridlai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tujuan
Muhammadiyah sebagai yang dikemukakan di atas menjadi titik tolak dalam
merumuskan ideal atau landasan cita-cita Muhammadiyah yang disebut dengan
“Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah.” Landasan ideal ini
memberikan gambaran tentang pandangan hidup Muhammadiyah, tujuan hidup
Muhammadiyah serta metode untuk mencapai tujuan hidup tersebut.
Matan “Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah yang dirumuskan dalam sidang
Tanwir (Institusi tertinggi dalam Muhammadiyah, setingkat di bawah Muktamar)
pada tahun 1978 menjelang Muktamar Muhammadiyah ke 37 di Yogyakarta, membuat
prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Muhammadiyah
adalah gerakan yang berazaskan Islam, bekerja dan bercita-cita untuk mewujudkan
masyarakat Islam yang sebenar-benarnya untuk melaksanakan fungsi dan misi
manusia sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.
b. Muhammadiyah
berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah SWT yang diwahyukan kepada para
Rasul-Nya sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai pada
nabi penutup Muhammad saw sebagai hidayah dan rahmat Allah SWT kepada umat
manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan material dan spritual,
duniawi dan ukhrowi.
c. Muhammadiyah
mengamalkan Islam berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rasulullah saw, serta
menggunakan akal pikiran sesuai dengan ajaran Islam.
d. Muhammadiyah
bekerja demi terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang akidah,
ibadah, akhlak dan mu’amalah (kemasyarakatan) duniawi.
e. Muhammadiyah
mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang mendapat karunia Allah SWT
berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan
negara Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila, untuk berusaha
bersama-sama menjadikannya suatu negara adil dan makmur yang diridlai Allah
SWT.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah
amar ma’ruf nahi munkar, berasa Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist.
Gerakan Muhammadiyah bermaksud untuk berta’faul (berpengharapan baik) dapat
mencontoh dan meneladani jejak perjuangan nabi Muhammad SAW, dalam rangka
menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam semata-mata demi terwujudnya izzul
Islam wal muslimin, kejayaan Islam sebagai idealita dan kemuliaan hidup sebagai
realita.
Faktor utama yang mendorong berdirinya Muhammadiyah adalah hasil pendalaman K.H. Ahmad Dahlan terhadap Al Qur’an dalam menelaah, membahas, meneliti dan mengkaji kandungan isinya. Dalam surat Ali Imran ayat 104 dikatakan bahwa: “ Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”. Memahami seruan diatas, K.H. Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangun sebuah perkumpulan, organisasi atau perserikatan yang teratur dan rapi yang tugasnya berkhidmad pada pelaksanaan misi dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.
Faktor utama yang mendorong berdirinya Muhammadiyah adalah hasil pendalaman K.H. Ahmad Dahlan terhadap Al Qur’an dalam menelaah, membahas, meneliti dan mengkaji kandungan isinya. Dalam surat Ali Imran ayat 104 dikatakan bahwa: “ Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung”. Memahami seruan diatas, K.H. Ahmad Dahlan tergerak hatinya untuk membangun sebuah perkumpulan, organisasi atau perserikatan yang teratur dan rapi yang tugasnya berkhidmad pada pelaksanaan misi dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.
B.
Saran
Kami selaku penyusun sangat menyadari masih
jauh dari sempurna dan tentunya banyak sekali kekurangan dalam pembutan makalah
ini.Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya kemampuan kami.
Oleh karena itu, Kami selaku pembuat makalah
ini sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.Kami juga
mengharapkan makalah ini sangat bermanfaat untuk kami khususnya bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.muhammadiyah.or.id/id/content-44-cam-tentang-muhammadiyah.html


Post a Comment