PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Setiap
yang hidup pasti memiliki sebuah cita-cita, bahkan hidup ini harus memiliki
sebuah cita-cita, dengan cita pula kita berambisi. Tetapi cita-cita tanpa
sebuah keyakinan adalah sebuah mimpi belaka.
Cita-cita
diiringi dengan keyakinan akan memberikan kita semangat dalam mengejar
cita-cita kita itu.
Muhammadiyah
bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam, salah satunya adalah aqidah.
Maka
dari itu makalah kami ini mengangkat topik hubungan antara Matan Keyakinan dan
Cita-cita hidup muhammadiyah dan aqidah islam, agar kita mengerti bagaimana
cita-cita hidup muhammadiyah.
B. Rumusan
masalah
1. Bagaimana
sejarah perumusan matan keyakinan cita-cita hidup muhammadiyah?
2. Kemukakan
penjelasan tentang aqidah?
3. Apa
hubungan aqidah dan MKCH?
C. Tujuan
1.
Mengetahui tentang sejarah
perumusan matan keyakinan cita-cita hidup muhammadiyah.
2.
Memahami tentang aqidah.
3.
Mengetahui hubungan aqidah dan
matan keyakinan cita-cita hidup muhammadiyah.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Matan
Keyakinan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah
1.
Sejarah matan keyakinan dan cita-cita
hidup muhammadiyah
Disahkan :
Pada Muktamar ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta
Kedudukan :
Sebagai hasil tajdid di bidang Ideologi
Disempurnakan :
Sidang Tanwir tahun 1969 di Ponorogo
Pada
periode :
K.H. Faqih Usman dan K.H. A.R. Fakhrudin
Setiap
yang hidup pasti memiliki sebuah cita-cita, bahkan kita hidup ini harus
memiliki sebuah cita-cita, dengan cita-cita kita hidup, dengan cita-cita pula
kita berambisi. Tetapi cita-cita tanpa sebuah keyakinan adalah sebuah
mimpibelaka. Cita-cita diiringi dengan keyakinan akan memberikan kita
semangat dalam mengejar cita-cita kita itu.
Muhammadiyah
sebagai perserikatan memiliki 4 teks cita-cita yang merupakan sebuah impian
yang diiringi dengan sebuah keyakinan. Matan Muhammadiyah tersebut yaitu:
a.
Mewujudkan Masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya. Artinya: Para sekutu Muhammadiyah harus bersih dari penyakit
TBC/ Bid’ah, khurofat, Tahayul dll
b.
Menjadikan Islam adalah agama rahmatan
lil alamin. Artinya: Islam adalah agama untuk semua yang ada di dunia ini, di
pelajari oleh siapa saja, dan diamalkan untuk siapa saja adalah menjadi
cita-cita Muhammadiyah.
c.
Dalam amalan Muhammadiyah berdasarkan
Al-Qur’an, Hadits.
d.
Melaksanakan ajaran-ajaran Islam
meliputi segala bidang, baik Akhlak, Aqidah, Ibadah, Muamalah.
2.
Isi matan keyakinan cita-cita hidup
muhammadiyah
a. Muhammadiyah
adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan
bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya
masyarakat utama, adil, makmur yang diridhoi Allah SWT, untuk melaksanakan fungsi
dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
b. Muhammdiyah
berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya,
sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi
penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia
sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi
serta ukhrawi.
c. Muhammadiyah
dalam mengamalkan Islam berdasarkan:
·
Al-Qur’an: Kitab Allah yang diwahyukan
kepada Nabi Muhammad SAW;
·
Sunnah Rasul: Penjelasan dan palaksanaan
ajaran-ajaran Al-Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan
menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
d. Muhammadiyah
bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang
·
Aqidah
Muhammadiyah bekerja
untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan,
bid’ah dan khufarat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
·
Akhlak
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia
·
Ibadah
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
·
Muamalah Duniawiyah
Muhammadiyah bekerja
untuk terlaksananya mu’amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan
masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadi semua kegiatan dalam
bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
·
Muhammadiyah mengajak segenap lapisan
bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang
mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik
Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk
berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi
AllahSWT:
·
“Baldatun Thayyibatub Wa Robbun Ghofur”
(Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)
3. Hakikat
muhammadiyah
Perkembangan
masyarakat Indonesia, baik yang disebabkan oleh daya dinamik dari dalam ataupun
karena persentuhan dengan kebudayaan dari luar, telah menyebabkan perubahan
tertentu.
Perubahan
itu menyangkut seluruh segi kehidupan masyarakat, diantaranya bidang sosial,
ekonomi, politik dan kebudayaan, yang menyangkut perubahan strukturil dan
perubahan pada sikap serta tingkah laku dalam hubungan antar manusia.
Muhammadiyah
sebagai gerakan, dalam mengikuti perkembangan dan perubahan itu, senantiasa
mempunyai kepentingan untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi-mungkar, serta
menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sesuai dengan lapangan yang
dipilihnya ialah masyarakat, sebagai usaha Muhammadiyah untuk mencapai
tujuannya: “menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud
masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah SWT.
Dalam
melaksanakan usaha tersebut, Muhammadiyah berjalan diatas prinsip gerakannya,
seperti yang dimaksud di dalam Matan Keyakinan Cita-cita Hidup Muhammadiyah.
Keyakinan
dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah itu senantiasa menjadi landasan gerakan
Muhammadiyah, juga bagi gerakan dan amal usaha dan hubungannya dengan kehidupan
masyarakat dan ketatanegaraan, serta dalam bekerjasama dengan golongan Islam lainnya.
4. Dasar
program muhammadiyah
Berdasarkan
landasan serta pendirian tersebut di atas dan dengan memperhatikan kemampuan
dan potensi Muhammadiyah dan bagiannya, perlu ditetapkan langkah kebijaksanaan
sebagai berikut:
Memulihkan
kembali Muhammadiyah sebagai Persyarikatan yang menghimpun sebagian anggota
masyarakat, terdiri dari muslimin dan muslimat yang beriman teguh, ta’at
beribaclah, berakhlaq mulia, dan menjadi teladan yang baik di tengah-tengah
masyarakat.
Meningkatkan
pengertian dan kematangan anggota Muhammadiyah tentang hak dan kewajibannya
sebagai warga negara, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan
kepekaan sosialnya terhadap persoalan-persoalan dan kesulitan hidup masyarakat.
Menepatkan kedudukan
Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan untuk melaksanakan dakwah
amar-ma’ruf nahi-mungkar ke segenap penjuru dan lapisan masyarakat serta di
segala bidang kehidupan di Negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila
dan Undang- Undang Dasar 1945.
Keputusan
Muktamar Muhammadiyah ke-40 di Surabaya.
1.
Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan
Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur’an
dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil,
makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia
sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
2.
Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam
adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh,
Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW,
sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan
menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi dan ukhrawi.
3.
Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam
berdasarkan:
a. Al-Qur’an:
Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW;
b. Sunnah
Rasul: Penjelasan dan palaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang diberikan oleh
Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran
Islam.
4.
Muhammadiyah mengajak segenap lapisan
bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang
mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik
Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk
berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi
Allah SWT: “BALDATUN THAYYIBATUB WA ROBBUN GHOFUR”.
B.
Aqidah
Islam
1.
Defenisi aqidah
Secara
etimologis (lughatan), aqidah berasal dari kata ‘aqada-ya’qidu-‘aqdan ‘aqidatan.
‘Aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh setelah terbentuk
menjadi aqidah berarti keyakinan. Relevansi antara kata aqdan dan
aqidah adalah keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat
mengikat dan mengandung perjanjian.
Secara
terminologis (istilah), terdapat beberapa definisi, antara lain
a. Menurut
Hasan al-Banna:
Aqa’id (bentuk
jamak dari aqidah) adalah beberapa perkara yang wajib diyakini
kebenarannya oleh hati(mu), mendatangkan ketenteraman jiwa, menjadi keyakinan
yang tidak bercampur sedikitpun dengan keragu-raguan.
b. Menurut
Abu Bakar Jabir al-Jazairy:
Aqidah
adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum (axioma)
oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan fithrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh
manusia di dalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti
dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.
2.
Kesan aqidah islam
Aqidah
Islam akan melahirkan seseorang atau masyarakat yang mempunyai kepribadian yang
unggul yang akhirnya akan dijelmakan melalui tingkah-laku, percakapan dan
gerak-geri hati seseorang atau sesebuah masyarakat. Akidah Islam yang telah
meresap ke dalam jiwa dan lubuk hati sesseorang akan menimbulkan kesan positif
di antaranya dapat kita gariskan seperti berikut:
a.
Akidah Islam melahirkan seorang yang
yakin kepada Allah swt yang maha esa. Lantaran itu menggerakkan seluruh
tingkah-lakunya, percakapannya dan gerak-gerinya untuk mencari keredhaan Allh
swt.
b.
Akidah Islam melahirkan Insan Soleh.
Insan yang melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan segala
jenayah dan kemungkaran.
c.
Akidah Islam melahirkan Insan yang
mempunyai akhlak cemerlang dan terpuji.
d.
Mengikis sifat-sifat yang buruk dan
melahirkan manusia yang bertaqwa, tawadhu", ikhlas, redha, amanah dengan
segala sifat terpuji yang lain di samping menyingkirkan sifat-sifat yang buruk
seperti dengki, sombong, ria", takabur dan seumpamanya yang boleh membawa
masalah sosiol dalam masyarakat.
e.
Aqidah akan melahirkan seseorang atau
sesebuah masyarakat yang optimis dan yakin kepada diri sendiri untuk bekerja
bagi mencapai kejayaan di dunia di samping tidak lupa mencari keredhaan Allah
swt supaya mendapat kebahagian di akhirat.
f.
Aqidah Islam melahirkan Insan dan
masyarakat yang teguh pendiriannya, mempunyai prinsip dan tidak mudah
terpengaruh dengan persekitaran yang mengancam nilai dan akhlak manusia
terutama dengan pelbagai pengaruh hasil kemajuan teknologi maklumat di zaman ini.
Ia mampu memilih nilai-nilai yang positif dan menolak nilai-nilai yang
negatif yang boleh merusakkan keperibadian Insan dan masyarakat.
g.
Aqidah Islam yang teguh mampu membawa
manusia dan masyarakat maju ke hadapan dalam segala bidang. Sejarah membuktikan
masyarakat Arab telah berubah daripada satu masyarakat yang tidak dikenali
kepada sebuah masyarakat yang digeruni. Akidah Islam telah mengangkat derajat mereka.
Mereka menguasai hampir separuh dari bumi ini. Mereka menguasai pentadbiran dan
maju dalam pelbagai disiplin ilmu pengetahuan.
h.
Aqidah Islam membentuk manusia berlomba-lomba
untuk melakukan kebajikan dan mencegah dari kemungkaran. Ini akan melahirkan
masyarakat yang harmoni dan aman tenteram. Tiada jenayah atau pencerobohan ke
atas sesiapa disebabkan mereka yakin kepada hari pembalasan.
i.
Aqidah Islam akan melahirkan manusia
yang tidak mudah putus asa atau hilang harapan. Iman di dalam hati akan memberi
ketenangan yang luar biasa.
j.
Aidah Islam akhirnya melahirkan manusia
yang sanggup berjihad ke jalan Allah swt walaupun harta dan nyawa menjadi
taruhan. Bilal bin Rabah sanggup mati kerana mempertahankan akidahnya. Keluarga
Amar bin Yasir demikian juga. Demikianlah para sahabat sanggup mengorbankan
harta dan nyawa untuk mempertahan dan menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Ini
adalah kesan dari Akidah Islam yang meressap di dalam jiwa dan lubuk hati
mereka.
k.
Aqidah Islam yang ada dalam hati umat
Islam kini mungkin tidak begitu mantap menyebabkan mereka tidak dapat mencapai
kegemilangan sebagaimana umat Islam di zaman Nabi Muhammad saw dan
para Sahabat. Umat Islam pada hari ini begitu rapuh akidahnya. Lantaran itu
mereka amat mudah terpengaruh dengan berbagai-bagai unsur negatif. Kemunduran
umat Islam kini karena mereka semakin jauh dari menghayati Akidah Islam yang
sebenarnya.
3.
Fungsi Aqidah
Aqidah
adalah dasar, fondasi untuk membangun agama Allah (Dinullah/Islam). Jika
diumpamakan sebuah bangunan, semakin tinggi bangunan tersebut, maka harus pula
semakin kokoh pondasi yang dibuatnya. Sebab kalau fondasinya lemah maka
bangunan tersebut akan mudah runtuh/ambruk.
Seseorang
yang memiliki aqidah yang kokoh dan benar, pasti akan memiliki ibadah yang baik
dan benar pula, begitu juga cara bermuamalahnya dapat berjalan dengan baik dan
lebih lancar. Amalan ibadah seseorang tidak dapat dikatakan mulia jika tidak
memiliki iman yang kokoh dan mulia.
4.
Sumber Aqidah Islam
Sumber
aqidah islam adalah Al-Quran dan As-sunnah. Dalam hal ini dimaksudkan bahwa
segala sesuatu yang disampaikan oleh Allah dan As-sunnah. Namun, perlu diingat
bahwa kemampuan akal pikiran manusia itu sangat terbatas sesuai dengan
terbatasnya semua makhluk Allah.
5.
Matlamat dan Objektif Pendidikan Akidah
a. Mengakui
keesaan Allah swt
Matlamat
utama pendidikan akidah Islam ialah mendidik manusia supaya mengakui keesaan
dan ketunggalan Allah swt sebagai Tuhan yang wajib disembah. Tiada sekutu
bagi-Nya. Ini dijelakan oleh Allah swt dalam Q.S Al-ikhlas ayat 1-4 yang
berbunyi
Artinya
:
"Katakanlah
(wahai Muhammad) Dia ialah Allah Yang Maha Esa. Allah menjadi tumpuan sekelian
makhluk untuk memohon sebarang hajat. Ia tiada beranak dan tidak diperanakkan.
Dan tidak ada sesiapa yang setara denganNya" (al-Ikhlas : 1-4)
Ayat
di atas mendidik manusia supaya mengaku keesaan dan kekuasaan Allah swt. Ayat
ini diturunkan di Makkah di awal perkembangan Islam. Oleh kerana akidah
merupakan asas kepada kekuatan dan pembinaan Islam sebagai al-Din maka
wahyu-wahyu yang terawal yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw menjurus
kepada pendidikan Akidah bagi menanam keyakinan yang teguh dalam jiwa
manusiatentang keesaan Allah swt.
b. Melahirkan
manusia yang patuh dan tunduk kepada Allah swt
Pendidikan
akidah juga penting untuk mendidik manusia supaya patuh dan tunduk kepada
kebesaran dan keagongan Allah swt.
c. Membentuk
keperibadian insan
Sebagaimana
acuan dapat membentuk dan mencorakkan air kandungannya maka demikianlah akidah
dapat membentuk dan mendidik orang yang mengambilnya menepati dengan hakikat
dan tabiat kemanusiaan yang tulen dan asli seperti yang dikehendaki oleh
penciptanya. Pendidikan akidah dapat membentuk sifat-sifat nalurinya, akal
fikirannya, iradahnya dan perasaannya. Ringkasnya pendidikan akidah bermanfaat untuk
membentuk nilai akhlak dan keperibadian seseorang insan yang akan mencorakkan
suluk amali atau gerak laku amal perbuatan selaras dengan peranan dan
tanggungjawab manusia sebagai khalifah Allah swt di muka bumi ini. Menurut Mohd
Sulaiman Yasin (1987), Akidah Islam ialah akidah yang bersumberkan ketuhanan
(akidah Rabbaniyyah) yang tetap, syumul, menyeluruh dan fitrah.
Tabiat
akidah yang demikian ialah akidah yang kukuh dan teguh. Hanya akidah yang teguh
sahaja dapat membentuk manusia yang teguh dan kukuh. Kekukuhan dan keteguhan
akidah ialah kerana kekukuhan dan keteguhan ciri-ciri yang menjadi kandungan
akidah itu, yang merangkumi segala hakikat iaitu hakikat ketuhanan, hakikat alam semesta
dan hakikat kemanusiaan serta nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan.
Kekukuhan akidah inilah yang akhirnya menjadi sumber kekuatan Islam. Itulah
hakikat kekuatan umat Islam, kekuatan jiwa dan rohani serta peribadinya yang
menjadi asas kepada kekuatan jasmaninya.
Di
dalam sejarah kegemilangan umat Islam yang silam kita mendapati bahawa umat
Islam di masa itu telah dibentuk dan dididik oleh akidah yang akhirnya
melahirkan kekuatan yang sungguh kental dan luar biasa. Kita lihat sahaja
kepada Bilal, bahawa akidah telah memberikan kekuatan kepadanya. Abdul Rahman
bin Auf dan Osman bin Affan sanggup membelanjakan hartanya kerana
mempertahankan Islam sehingga tiada apa lagi yang dimiliki melainkan Allah swt
dan Rasul. Ali bin Abi Talib sanggup mempertaruhkan nyawanya kerana Rasulullah
saw dan banyak lagi contoh-contoh yang ditunjukkan oleh para sahabat Rasulullah
saw hasil dari pendidikan akidah yang mantap.
C.
Hubungan
Matan Keyakinan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah dan Aqidah Islam
1.
Aqidah sebagai salah satu aspek MKCH Muhammadiyah
Matan
keyakinan cita-cita Muhammadiyah terbagi atas beberapa aspek penting salah
satunya yaitu aqidah. Keimanan (aqidah) seseorang muslim akan menentukan arah
dan tujuan hidupnya, keimanan menjadi landasan bagi segala aspek kehidupan
seorang muslim, dimana seluruh aktivitasnya akan senantiasa terikat dari
nilai-nilai Islam yang diimaninya. Seorang yang telah beriman dituntut untuk
berinteraksi secara totalitas /utuh (kaffah) dengan islam. Sebagaimana firman
Allah dalam surah al-baqarah ayat 208.
Artinya
:
keseluruhan,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Seungguhnya syaitan itu musuh
ysng nyata bagimu. (QS. Al-baqarah (Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
ke dalam Islam 2): 208)
Dari
ayat di atas ada dua hal yang dituntut dari orang beriman. Pertama agar
orang-orang mukmin masuk ke dalam Islam secara keseluruhan/utuh (kaffah) yaitu
denganmenyerahkan sepenuhnya secara utuh kepada Allah SWT urusan hidup dan
kehidupannya, konsepsi dan pemikirannya semata-mata karena Allah. Kedua, agar mereka
tidak menerima dan mengikuti langkah-langkah syitan dan thoghut-dajjal.
Menetapkan
makna penghambaan kepada Allah SWT dalam diri manusia, manghadapkan aktivitas
hati, anggota badan, dan seluruh kehidupan kepada Allah semata sebagaimana
firman Allah :
Artinya
:
Katakanlah: sesungguhnya
sembahyangku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta
alam. (QS.al-An’am(6):162.
Menjadikan
Allah sebagai stu-satunya tujuan hidup tidak bisa silepaskan dengan
pengangkatan kerasulan Muhammad SAW sebagai teladan, panutan, qudwah dalam
kehidupan, apakah dalam hal ber-islam, beraqidah, berakhlak, bermu’amalah,
beribadah, berekonomi, berpolitik, berperang, berjihad, dan sebagainya. Tanpa
adanya tuntutan dari Rasulullah, ibadah sebagai tugas pokok hidup manusia
mustahil dapat dilaksanakan dengan benar sebagaimana firman Allah SWT sebagai
berikut:
Artinya
:
Katakanlah:”jika
kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampun dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ibnu
katsir mengomentari ayat tersebut sebagai berikut: “Orang yang mengaku cinta
kepada Allah tetapi tidak berada di jalan Muhammad (Islam) adalah dusta,
sehingga dia harus mengikuti syariat dan Dien dalam seluruh ucapan dan
perbuatannya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebagai
usaha Muhammadiyah untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga
terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. Maka
Muhammadiyah melaksanakan usaha berupa matan keyakinan dan cita-cita hidup
Muhammadiyah. Salah satunya Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya
ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang seperti : Aqidah, ibadah. dan
muamalah duniawiyah.
B. Saran
Dalam
makalah ini penulis memiliki harapan agar pembaca memberikan kritik dan saran
yang membangun. Karena penulis sadar dalam penulisan makalah ini terdapat
begitu banyak kekurangan.
Selain
itu, penulis juga menyarankan setelah membaca makalah ini kita semua
dapat lebih memahami tentang aqidah Islam dan matan keyakinan dan cita-cita
hidup muhammadiyah.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.islamgrid.gov.my/articles/akidah/akidah.php
http://dirbas.blogspot.com/2012/07/pengertian-tujuan-dan-manfaat-ilmu_30.html
http://matankeyakinandancitacitamuhammadiyah.blogspot.co.id/2013/07/v-behaviorurldefaultvmlo.html


Post a Comment