BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Adapun
latar belakang pembuatan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah pendidikan jasmani (PENJAS) dan juga sebagai dasar pembelajaran dibidang
atletik. Atletik sangat berguna untuk diberikan kepada anak-anak Sekolah Dasar
(SD), dan juga untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan kuat.
Sebelum masuk ke inti
masalah, kita akan mencoba mengetahui sedikit tentang sejarah atletik.
Kata atletik berasal dari bahasa Yunani yaitu Athlon atau Athlum artinya pertandingan,
perlombaan, pergulatan atau perjuangan. Istilah athletic dalam bahasa Inggris
dan athletic dalam bahasa Jerman mempunyai pengertian yang luas meliputi
berbagai cabang olahraga yang bersifat perlombaan atau pertandingan. Atletik
adalah olahraga yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kegiatan alami
manusia. Atletik adalah event asli dari Olimpiade pertama
ditahun 776 sebelum Masehi dimana satu-satunya event adalah
perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “
Games” yang digelar selama era klasik
Eropa : Panhellenik Games The Pythian Game(dimulai 6 Sebelum Masehi)
digelar di Argolid setiap dua tahun.The Isthmian Game (dimulai 523 Sebelum
Masehi) digelar di Isthmus dari Corinth setiap dua tahun. The Roman Games
Berasal dari akar Yunani murni, Roman game memakai perlombaan lari dan
melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di Yunani,
olahraga Etruscan memakai pertempuran galiatoral, yang juga sama-sama 527
Sebelum Masehi) digelar di Delphi tiap empat tahun . The Nemean Games(dimulai
51 memakai panggung). Masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa
Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga digemari orang Roma. Tetapi, olahraga
ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Di masa abad pertengahan anak
seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan
tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat
sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
1.2
Rumusan Penulisan Makalah
a.
Apa itu Atletik ?
b.
Apa saja cabang-cabang atletik ?
1.3
Tujuan
Penulisan Makalah
a.
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
pendidikan jasmani (PENJAS).
b.
Untuk mengetahui cabang-cabang atletik
c.
Untuk mengetahui kegunaan atletik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Atletik
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar
dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon"
yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang
diperlombakan padaolimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).
Atletik adalah event asli
dari Olimpiade pertama pada tahun 776 sebelum Masehi di mana satu-satunya event
adalah perlombaan lari atau stade. Ada beberapa “Games” yang digelar selama era
klasik Eropa: Panhellenik Games The Pythian Game (dimulai 6 SM) digelar di
Argolid setiap dua tahun. The Isthmian Game (dimulai 523 SM) digelar di Isthmus
dari Corinth setiap dua tahun. The Roman Games Berasal dari akar Yunani murni,
Roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda
dan bergulat seperti di Yunani, olahraga Etruscan memakai pertempuran
galiatoral, yang juga sama-sama 527 Sebelum Masehi digelar di Delphi tiap empat
tahun. The Nemean Games (dimulai 51 memakai panggung). Masyarakat lain
menggemari kontes atletik, seperti bangsa Kelt, Teutonik, dan Goth yang juga
digemari orang Roma. Tetapi, olahraga ini
sering dihubungkan dengan pelatihan tempur. Pada masa abad pertengahan anak
seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan
tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat
sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
2.2 Lari
Lari
merupakan salah satu nomor yang paling dominan di kecabangan atletik yaitu
dimana nomor-nomor lari itu paling banyak diperlombakan. Dalam perlombaan nomor
lari tidak hanya melakukan lari saja, tapi dibutuhkan suatu reaksi yang cepat
ketika melakukan awalan lari dan juga dibutuhkan kecepatan yang maksimal untuk
nomor-nomor pendek seperti nomor 60m, 100m, 200m, dan lainnya. Dengan reaksi
yang cepat seorang atlet bisa melakukan awalan yang lebih baik dibandingkan
dengan atlet yang reaksi lambat. Maka dari itu diperlukan sekali
latihan-latihan yang bisa mendukung reaksi kita untuk bisa cepat lagi. Ini
adalah salah satu contoh latihan-latihan reaksi untuk pemula, untuk latihannya
kita bisa menggunakan suara (bunyi), atau dengan sentuhan, seperti contoh untuk
suara, kita bisa menyuruh atlet untuk berbaring tengkurap dengan posisi kepala
berada pada arah berlawanan dengan arah yang digunakan untuk berlari
(belakang). Kemudian kita memberitahu kepada atlet, bahwa jika anda terdengar
suara hitungan angka 5, anda harus berlari kebelakang. Kita bisa mengecoh
konsentrasi mereka dengan menyebut angka 15, 50, dan lain-lainnya. Dan jika
kita menyebut angka 5, mereka pasti bereaksi dengan membangun badan mereka,
berbalik dan lari kearah belakang. Inilah salah satu contoh untuk melatih
reaksi untuk atlet pemula tetapi menggunaakan tepuk tangan.
2.3 Lempar Lembing Awalan Langkah Jingkat (Hopstep)
Lempar
lembing (javeline throwing) merupakan bagian dari nomor lempar, yang
pelaksanaannya lebih mudah jika dibandingkan dengan nomor lempar lainnya.
Karena gerakan dalam lempar lembing adal gerakan yang alami, maka hampir setiap
orang dapat melakukannya.
a.
Alat-Alat Dan Perlengkapan
Lembing
untuk SLTP biasanya memakai lembing dari bambu.
Panjang untuk putra : 260 s.d. 270 cm
Panjang untuk putrid : 200 cm s.d. 230 cm
Berat untuk putra
: 800 gram
Berat untuk putri : 600 gram
Lebar lilitan tali pegangan
untuk putra : 15 s.d. 16 cm.
Lebar lilitan tali pegangan
untuk putri : 14 s.d. I5 cm.
Meteran gulungan yang telah
disyahkan untuk mengukur jarak lemparan.
Bendera untuk tanda bekas
lemparan.
Teknik Dasar
Teknik
dalam melempar lembing yang menentukan baik buruknya lemparan adalah mengenai
cara memegang, membawa lembing, awalan, dan cara melempar.
1.
Cara Memegang
Cara
memegang lembing ada 3 macam, yaitu sebagai berikut.
Ø Cara
biasa (Amerika style)
Ibu
jari dan jari telunjuk berada di pangkal bulatan lembing, sedangkan jari
lainnya menelakup wajar.
Ø Cara
Finlandia (Fin style)
Ibu
jari dan jari telunjuk bertemu pada unjungnya tepat di pangkal balutan, jari
telunjuk agak lurus ke atas, jari lainnya menelakup wajar.
Ø Cara
menjepit (Tang style)
Jari
tengah dan jari telunjuk sebagai tumpu pegangan, saling menjepit, ibu jari dan
jari lainnya menelakup wajar.
Dari
ketiga cara memegang lembing tersebut di atas, sulit untuk menentukan mana yang
lebih efisien, karena cara memegang lembing sangat relatif dari masing-masing
atlet, satu sama yang lain tidak sama kecocokan cara memegangnya.
2.
Cara Membawa
Yang
dimaksud membawa lembing di sini yaitu pada sikap permulaan sampai melakukan
lari awalan. Cara membawa lembing ada 2 macam, yaitu:
Ø Tangan
kanan memegang lembing diangkat setinggi badan lebih sedikit.
Ø Lengan
kanan lurus ke bawah sedikit ke belakang, telapak tangan menghadap ke belakang,
lembing serong ke atas. Tetapi cara ini jarang sekali dipergunakan.
3.
Cara Awalan
Cara
mengambil awalan adalah sangat mudah, sedangkan yang agak sulit adalah gerakan
langkah sewaktu akan melempar, dan gerakan langkah inilah yang membedakan gaya
dalam lempar lembing.
b.
Gaya Lempar Lembing
Gaya langkah jingkat (gaya hop step).
Gaya ini pada waktu akan
mengambil posisi atau sikap lempar didahului dengan berjingkat. Setelah gerakan
berjingkat berakhir, maka kaki jingkat menumpu/mendaratkan ke tanah terlebih
dahulu, kemudian dilanjutkan dengan memijakkan kaki kiri ke tanah. Setelah
sikap ini lembing segera dilemparkan dan diikuti gerak lanjutan (follow
through).
c.
Cara Melempar Lembing
Sebelum melempar lembing,
terlebih dahulu pelempar harus mengambil posisi melempar yang sempuma. Adapun
posisi itu adalah sebagai berikut.
Ø Jarak
kaki cukup jauh.
Ø Tangan
kanan memegang lembing diluruskan jauh ke samping kanan.
Ø Berat
badan berada pada kaki kanan.
Setelah mengambil posisi
tersebut, kemudian dilanjutkan dengan gerakan sebagai berikut.
Ø Meluruskan
kaki kanan, setelah itu memutar dan mendorong pinggul ke kiri.
Ø Sesaat
kaki kanan hampir lurus, siku kanan ditekuk dan mengangkat lembing ke depan
atas, bersamaan dengan itu berat badan dipindahkan ke kiri selanjutnya kaki
kiri berpijak pada tanah.
Ø Dalam
posisi ini lembing segera dilempar dan diikuti dengan gerak
lanjutan (followthrough).
2.4 LOMPAT
Di
atletik tidak hanya ada nomor lari saja, tetapi juga ada nomor-nomor yang
lainnya seperti lompat, sedangkan lompat itu sendiri terbagi menjadi; lompat
jauh, lompat tinggi, dan lompat gala. Dimana pada ini semua merupakan gabungan
antara kecepatan, kekuatan, dan ketangkasan dalam upaya untuk melompat
semaksimal mungkin. Pada nomor lompat sangat diperlukan sekali kekuatan kaki,
karena kaki digunakan sebagai tumpuan dan mendarat ketika melakukan lompatan.
Pada model latihan lompat untuk pemula kita bisa memilih beberapa permainan yg
sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti contoh;
lari karung karena sehingga
dengan otomatisnya
kita akan meloncat – loncat
sampai ke garis finish, dan inilah yang
kita perlukan pada cabang atletik terutama pada
nomor lompat.
Selain
lomba lari karung kita juga bisa menggunakan permainan yang lainnya, yang
tujuannya biar seorang atlet pemula itu tidak merasa jenuh dan bosen terhadap
latihan dan permainan yang seperti itu terus, kita seorang pelatih harus mampu
berfikir kreatif, yaitu mencari permainan sperti apa lagi yang harus digunakan
untuk latihan melompat. Ini adalah contoh yang kedua untuk model
latihan melompat untuk pemula, yaitu;
permaianan melompat kardus, dimana kita bisa menyuruh atlet kita untuk
melompat kardus mie baik dengancara kekiridan kekanan
maupun depan belakang dengan satu
syarat tanpa menyentuh karsus tersebut.
2.5 TOLAK
Cabang
olah raga ini dilakukan denag cara melemparkan bola besi yang sangat berat(
peluru ) sejauh mungkin.
a.
Cara memegang peluru
Peluru diletakan pada telapak tangan bagian
atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari
tangan. Jari tangan diregangkan atau dibuka, jari manis, jari tengah dan jari
penunjuk dipergunakan untuk menahan peluru bagian belakang.Sedangkan jari
kelingking dan ibu jari digunakan untuk menahan peluru bagian samping. Yaitu
agar peluru tidak tergelincir kedalam atau keluar.
b.
Sikap badan pada waktu akan menolak
Mengambil posisi awal dengan membelakangi arah
tolakan badan, berdiri tegak dengan kaki dibuka lebar ( kangkang ) dengan
posisi kaki kiri lurus kedepan dan berat badan ada di atas kaki kanan, pada
saat badan diturunkan, tumit kaki penunjang diangkat, kaki belakang juga
diangkat sedikit bengkok, kearah belakang atas, kemudian badan dibungkukkan
kedepan dan lutut kanan ditekuk lurus kedepan demikian juga ujung
kakinya.sedangkan keadaan tangan kanan memegang pelurudan ditempelkan pada bahu
dan tangan kiri dengan siku dibengkokkan berada didepan sedikit agak serong
keatas lemas. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan.
c.
Cara menolakan peluru
Kaki kanan sekarang segera diluruskan, memberi
dorongan bermula dari sol tumit kaki belakang, sedang kaki kiri menendang ke
belakang kuat-kuat terhadap / ke arah balok batas tolakan.Bersamaaan dengan
memutar badan dari belakang kearah samping kiri atau kearah tolakan, siku
ditarik serong keatas kebelakang ( kearah samping kiri ),pinggul, pinggang dan
perut didorong kedepan agak keatas hingga dada terbuka menghadap kedepan serong
keatas kearah tolakan. Dagu diangkat dan pandangan kearah tolakan. Pada saat
seluruh badan menghadap kearah tolakan, secepatnya peluru itu ditolakan
sekuat-kuatnya kedepan kearah tolakan ( parabola ).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan olahraga atletik. Ini
semua punya aturannya dan tata caranya. Jadi kita harus mengiktuinya agar
mendapatkan hasil yang terbaik.
3.2 Saran
Olahraga
dapat meningkatkan kemampuan otak, latihan (sik yang rutindapat meningkatkan konsentrasi,
kreativitas,dan kesehatan
mental. Olahraga dapat membantu menunda proses penuaan. 4isetmembuktikan bahwa latihan
sederhana seperti jalan kaki teraturdapat membantu mengurangi penurunan mental
pada penuaan.
DAFTAR PUSTAKA
SR. Slamet. 1994. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Solo, PT. Tiga Serangkai
http://www.ombedel.com/2015/07/makalah-lengkap-tentang-atletik.html


Post a Comment