Makalah Pengambilan Keputusan Pembelian Saham


BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Seorang investor yang membeli suatu saham di pasar modal dan mengorbankan konsumsinya pada masa kini mempunyai harapan agar supaya investor tersebut mampu mengkonsumsikan yang lebih banyak dimasa yang akan datang. Pengharapannya akan konsumsi yang lebih tinggi di masa yang akan datang didasarkan atas dividen yang ia harapkan akan diperoleh dan berharap kenaikan harga sahamnya dimasa yang akan datang. Maksudnya dalam melakukan aktivitas investasi dalam saham diharapkan mendapatkan hasil (return) dimasa yang akan datang.
Investor dalam melakukan investasi dalam bentuk saham akan selalu memperhitungkan hasil atas saham (return) yang dimilikinya, dimana investor tersebut akan memperoleh dua bentuk hasil dari inestasi atas saham itu sendiri. yaitu berupa dividen dan capital gain. Dividen merupakan pembagian laba bersih badan usaha kepada pemegang saham yang diputuskan melalui rapat umum pemegang saham. Badan usaha tidak diharuskan oleh hukum untuk selalu membayar dividen kepada pemegang saham biasa. Besarnya dividen yang dibagikan tergantung dari besar kecilnya laba yang diperoleh badan usaha dan kebijakan pembagian dividen. Dalam menetapkan besarnya dividen yang dibagikan kepada pemegang saham, badan usaha menetapkan kebijakan berupa dividen payout ratio yang merupakan penetapan Universitas Sumatera Utara persentase laba bersih yang dibagikan.
Dividen yang diberikan oleh badan usaha dapat berupa dividen kas dan dividen saham. Capital gain (loss) merupakan selisih antara nilai pembelian saham dengan nilai penjualan saham. Pendapatan yang berasal dari capital gain disebabkan oleh harga jual saham lebih besar dari harga belinya. Sebaliknya bila harga jual saham lebih kecil dari pada harga beli disebut capital loss. Capital gain atau capital loss ini dikaitkan dengan pertumbuhan pada pendapatan pertahun. Pasar modal merupakan pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara pihak-pihak pencari dana (emiten) dengan pihak yang kelebihan dana (surplus fund). Pendapatan investasi saham yang berupa capital gain akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga saham, sedangkan yang berupa dividen selain dipengaruhi oleh kinerja perusahaan juga dipengaruhi oleh keadaan eksternal perusahaan.
Informasi tentang kinerja perusahaan (analisis fundamental) dapat diperoleh investor melalui analisis terhadap laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan. Jogianto (1998) menambahkan bahwa berbagai pengumuman dapat mempengaruhi harga dari sekuritas di antaranya :
1.      pengumuman yang berhubungan dengan laba (earnings related announcements)
2.      pengumuman terkait dengan pendanaan (financing announcement) yang berhubungan dengan ekuitas, utang, sewa-guna, persetujuan standby credit. Baik buruknya kinerja perusahaan dapat dijadikan sebagai tolok ukur bagi investor dalam menentukan pembelian saham perusahaan. Tentunya investor akan menjatuhkan pilihannya pada saham yang memiliki reputasi yang baik karena investor ingin memperoleh tingkat pengembalian yang tinggi dari investasinya.

B.            Rumusan Masalah

1.      Apa definisi tentang Pengambilan Keputusan ?
2.      Bagaimana yang dimaksud dengan pengambilan keputusan ?
3.      Apa yang dimaksud dengan saham ?
4.      Bagaimana cara membeli saham ?

C.           Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui atau mengerti tentang saham beserta cara membeli saham beserta mengetahui pengambilan keputusan pembelian saham yang baik. Dan juga untuk memenuhi tugas kuliah tentang pembelian saham.

D.           Manfaat

1.        Manfaat untuk penulis ialah mengetahui teluk beluk tentang saham dan mendalami tentang pengertian saham berserta cara pengambilan keputusan dalam pembelian saham yang benar.
2.        Bagi kalangan umum penulisan ini mampu memperkaya wawasan serta berguna bagi pengembangan penelitian selanjutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.           Definisi

1.      Pandangan umum tentang pengambilan keputusan
Fred Luthans dalam bukunya Perilaku Organisasi menyebutkan bahwa pengambilan keputusan didefinisikan secara universal sebagai pemilihan alternatif. Pendapat yang senada diungkapkan oleh Chester Barnard dalam The Function of the Executive bahwa analisis komprehensif mengenai pengambilan keputusan disebutkan sebagai suatu “proses keputusan ... merupakan teknik untuk mempersempit pilihan”. Sementara dalam bahan ajar DR. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM bahwa membuat keputusan adalah “The process of choosing a course of action for dealing with a problem or opportunity”.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan erat kaitannya dengan pemilihan suatu alternatif untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah serta memperoleh kesempatan.
Herbert Simon, ahli teori keputusan dan organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses pengambilan keputusan yaitu :
·           Aktivitas intelegensi yakni penelusuran kondisi lingkungan yang memerlukan pengambilan keputusan
·           Aktivitas desain yakni terjadi tindakan penemuan, pengembangan dan analisis masalah
·           Aktivitas memilih yakni memilih tindakan tertentu dari yang tersedia
a.       Fungsi dan tujuan pengambilan keputusan
Fungsi pengambilan keputusan yaitu :
Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan masalah mempunyai fungsi antara lain sebagai berikut :
·           Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah baik secara individual maupun secara kelompok, baik secara institusional maupun secara organisasional
·           Sesuatu yang bersifat futuristik, artinya menyangkut dengan hari depan/masa yang akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama

b.      Tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan atas dua yaitu :
·           Tujuan bersifat tunggal yaitu tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah artinya sekali diputuskan dan tidak akan ada kaitannya dengan masalah lain
·           Tujuan bersifat ganda yaitu tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan itu menyangkut lebih dari satu masalah, artinya bahwa satu keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua masalah atau lebih yang bersifat kontradiktif atau bersifat tidak kontradiktif.

2.      Langkah Dalam Pengambilan Keputusan
Mintzberg mengungkapkan bahwa langkah-langkah dalam pengambilan keputusan terdiri dari :
a.       Tahap identifikasi
Tahap ini adalah tahap pengenalan masalah atau kesempatan muncul dan diagnosis dibuat. Sebab tingkat diagnosis tergantung dari kompleksitas masalah yang dihadapi
b.      Tahap pengembangan
Tahap ini merupakan aktivitas pencarian prosedur atau solusi standar yang ada atau mendesain solusi yang baru. Proses desain ini merupakan proses pencarian dan percobaan di mana pembuat keputusan hanya mempunyai ide solusi ideal yang tidak jelas
c.       Tahap seleksi
Tahap ini pilihan solusi dibuat, dengan tiga cara pembentukan seleksi yakni dengan penilaian pembuat keputusan : berdasarkan pengalaman atau intuisi, bukan analisis logis, dengan analisis alternatif yang logis dan sistematis, dan dengan tawar-menawar saat seleksi melibatkan kelompok pembuat keputusan dan semua manuver politik yang ada. Kemudian keputusan diterima secara formal dan otorisasi dilakukan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKLydgb3bdla3M24IkIDdxJhwxZxQhyphenhyphenHiG4WOLXVYzY1MANFYZfP9WxBx53yawqIogCKpg6BnfALLo67uEZanCfCfQLgxjcMwP_wPIOeCNStfmILZQd9fYh47LxnX7eS7VHOqFN61hyVt2/s320/Pengambilan+Keputusan.pngSeperti yang terlihat dalam skema tahap pengambilan keputusan dalam organisasi menurut Mintzberg berikut :






3.      Dasar-dasar Pendekatan Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan harus dilandasi oleh prosedur dan teknik serta didukung oleh informasi yang tepat (accurate), benar(reliable) dan tepat waktu (timeliness). Ada beberapa landasan yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang sangat bergantung dari permasalahan itu sendiri.  Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
a.       Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaam memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisn ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.
Ø  Keuntungan :
·           waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek
·           untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pengambilan keputusan ini akan memberikan kepuasan pada umumnya
·           kemampuan mengambil keputusan dari pengambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan baik.
Ø  Kelemahan :
·           Keputusan yang dihasilkan relatif kurang baik
·           Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya
·           Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.

b.      Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
c.       Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakt dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
d.      Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannyaatau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Ø  Kelebihan :
·               Kebanyakan penerimaannya adalah bawahan, terlepas apakah penerimaan tersebut secara sukarela ataukah secara terpaksa
·               Keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama
·               Memiliki daya autentisitas yang tinggi
Ø  Kelemahan :
·               dapat menimbulkan sifat rutinitas
·               mengasosiasikan dengan praktik diktatorial
·               sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan
e.       Logika
Pengambilan keputusan yang berdasar logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan. Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
·           kejelasan masalah
·           orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
·           pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
·           preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria
·           hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal

B.       Pengertian Saham
Saham  adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Jika anda membeli saham berarti anda membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut. Dan anda berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen, jika perusahaan mebukukan keuntungan. Anda juga bisa mengambil keuntungan dari naiknya harga saham tersebut dari waktu ke waktu.
Saham dibagi menjadi 2 kategori utama:
1.      Saham biasa (common stock)
Saham Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap / deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan. Saham biasa Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan
Orang yang memiliki saham suatu perusahaan memiliki hak untuk ambil bagian dalam mengelola perusahaan sesuai dengan hak suara yang dimilikinya berdasarkan besar kecil saham yang dipunyai. Semakin banyak prosentase saham yang dimiliki maka semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol operasional perusahaan.
Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut. Saham Biasa Memiliki karakteristik Utama sebagai berikut:
·                Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris
·                Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
·                Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja

2.        Saham preferen (Preferred Stock)
Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapat dividen lebih dulu dan juga memiliki hak suara lebih dibanding pemegang saham biasa seperti hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusahan sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.
Saham yang mempunyai karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor.
Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:
·           Memiliki berbagai tingkat, yang dapat diterbitkan dengan karakteristik berbeda
·           Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
·           Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk


C.           Cara Membeli Saham
Masalah keuangan yang sering dihadapi menuntut seseorang untuk mulai berfikir jauh ke depan agar masalah keuangan yang terjadi pada saat ini tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang. Nah, berinvestasi merupakan salah satu solusi keuangan yang sering digunakan oleh banyak orang untuk mengatasi hal tersebut. kegiatan investasi pada saat ini sudah sangat bervariasi dan beraneka ragam. Ada yang memanfaatkan barang- barang berharga seperti emas dan permata sebagai sarana investasi. Ada pula yang berfikir untuk melakukan investasi dengan cara menyertakan sejumlah modal tertentu ke dalam perusahaan yang bonafit atau memiliki prospek keuntungan yang bagus untuk bisa mendapatkan hsil yang maksimal pula. Salah satu implikasinya adalah yaitu berinvestasi dengan cara membeli saham.
Investasi saham ini adalah investasi dnegan cara membeli sejumlah saham yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dan akan mendapatkan imbal hasil jika perusahaan yang disertakan modal mendapatkan keuntungan pula. Investasi yang satu ini bisa dikatakan investasi paling populer dalam masyarakat. Pengertian masyarakat tentang investasi pun sebgaian besar bisa digambarkan dalam investasi saham ini. padahal sebenarnya masih banyak jenis dan macam cara investasi yang lainnya.
Investasi saham ini biasanya dilakukan oleh orang- orang yang mengerti mengenai investasi saham. Mereka membeli sejumlah saham di suatu perusahaan yang memang profitabilitasnya tinggi dan memiliki kinerja yang baik. Dalam melakukan investasi saham ini tidak bisa secara sembarangan jika mengharapkan imbal hasil yang maksimal. Anda sebagai investor haruslah memiliki pengetahuan dan melakukan analisis terlebih dahulu terutama kepada perusahaan yang akan Anda beli sahamnya. Jika Anda sudah menemukan perusahaan mana yang akan Anda pilih sebagai investasi maka selanjutnya Anda juga perlu mengetahui cara pembelian saham tersebut. Hal tersebut adalah hal yang paling dasar dalam melakukan investasi saham. Maka dari itu untuk memberikan wawasan mengenai cara pembelian saham dalam investasi saham maka kami berikan sedikit penjelasan mengenai tata cara dan alur dalam cara pembelian saham.
1.      Membuka Rekening Saham
Cara membeli saham Indonesia atau menanam saham di bursa saham membutuhkan beberapa tahap. Langkah yang paling awal adalah Anda akan diminta membuka satu rekening saham yang tercantum nama Anda. Teknis pembukaan rekening saham sangat mirip dengan pembukaan rekening tabungan. Jika Anda membuka rekening tabungan, maka Anda datang ke cabang Bank terdekat. Sedangkan untuk membuka rekening saham Anda anda perlu datang ke perusahaan sekuritas yang melayani pembukaan rekening saham. Perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia terbagi menjadi dua yaitu atas milik pemerintah dan atas milik swasta. Salah satu perusahaan sekuritas yang dimiliki oleh pemerintah adalah Danareksa Sekuritas.
Namun, Anda bisa memilih salah satu dari banyak perusahaan sekuritas yang ada untuk melakukan pembukaan rekening saham. Saat ini ada beberapa kemudahan yang diberikan dalam pembukaan rekening saham yaitu salah satunya adalah setoran awal untuk membuka rekening saham termasuk cukup rendah yaitu minimal Rp 5 juta. Namun setiap perusahaan sekuritas mempunyai ketentuannya masing-masing. Jadi, untuk detail jumlah setoran untuk pembukaan rekening saham, Anda bisa tanyakan langsung ke perusahaan sekuritas yang terkait. Sama halnya membuka rekening tabungan, Anda diminta untuk memberikan beberapa data atau dokumen penting seperti, Foto copy identitas, data alamat tempat tinggal saat ini, data usaha atau pekerjaan, data ahli waris, dan Foto Copy buku rekening tabungan. Data data tersebut adalah data yang Anda butuhkan untuk membuka rekening saham perorangan.
2.      Pilih Saham
Tahap selanjutnya setelah anda membuka rekening saham dan sudah menyetor dana awal minimal yang disyaratkan oleh Perusahaan Sekuritas maka sewaktu- waktu anda sudah dapat untuk bertransaksi saham. Jika penyetoran modal sudah Anda lakukan maka selanjutnya adalah melakukan pemilihan saham- saham yang hendak anda beli sebelum anda benar- benar melakukan pembelian. Dalam pemilihan saham (sebelum anda ingin membelinya) diperlukan analisa- analisa khusus yang wajib untuk Anda lakukan. Pertama yang penting untuk Anda perhatikan adalah mengenai perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut. analisalah apakah perusahaan tersebut aman atau resmi. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, Anda harus melihat bagaimana perkembangan perusahaan tersebut dan apakah keuntungannya selalu meningkat atau malah menurun. Kemudian, Anda juga perlu menentukan waktu yang tepat dalam melakukan pembelian saham. Hal ini juga memerlukan analisa mengenai grafik harga saham pada perusahaan tersebut. Anda harus menentukan bahwa saham yang akan Anda beli berpotensi untuk memperoleh keuntungan besar untuk invesasi saham Anda. Tahap ini harus Anda lakukan demi kesuksesan yang Anda peroleh nantinya.
3.      Membeli saham
Jika Analisis mengenai jenis saham dan saham apa yang akan Anda beli sudah Anda lakukan maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pembelian saham itu sendiri. Inilah tahapan terakhir dalam pembelian saham. Pembelian saham bisa Anda lakukan dalam dua cara. Cara yang pertama adalah  Melalui Broker atau pialang saham dan cara yang kedua adalah dengan membeli saham dengan cara mengorder langsung pembelian saham secara online menggunakan Trading saham Online System. Untuk lebih jelasnya kami berikan penjelasan di bawah ini.
a.       Melalui broker (pialang saham). Anda bisa melakukan pembelian saham langsung melalui broker atau pialang saham. Bahkan Anda bisa lebih mudah lagi yaitu hanya dengan menelpon broker atau pialang saham tersebut ketika hendak melakukan pembelian saham.  Cara ini bisa Anda lakukan jika Anda sudah mengenal dan mengetahui broker atau pialang- pialang yang ada di dalam bursa saham.
b.       Melalui Memasukkan langsung order pembelian saham secara online menggunakan Trading Saham Online System. Jika melalui broker atau pialang saham maka Anda bisa membeli saham langsung dengan datang ke kantornya atau hanya via telepon. Nah, untuk cara yang kedua, Anda bisa melakukan pembelian saham melalui Trading Saham Online System. Seperti namanya tentu sistem ini menggunakan cara atau fasilitas online. Anda bisa menginstal system ini di komputer atau bisa juga langsung di smartphone Anda.

D.      Alur Pengambilan Keputusan Pembelian Saham
Merujuk pada Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-13/PM/1997tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik (“Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-13/PM/1997”), menjelaskan bahwa setiap pemindahan hak atas saham wajib memenuhi kententuan yang tercantum dalam angka 11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-13/PM/1997, yang menyatakan:
1.        Pemindahan hak atas saham harus dibuktikan dengan suatu dokumen yang ditandatangani oleh atau atas nama Pihak yang memindahkan hak, termasuk oleh atau atas nama Pihak yang menerima pemindahan hak atas saham yang bersangkutan. Dokumen pemindahan hak atas saham harus berbentuk sebagaimana ditentukan atau disetujui oleh Direksi.
2.        Bentuk dan tata cara pemindahan hak atas saham yang diperdagangkan di Pasar Modal wajib memenuhi peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
3.        Pemindahan hak atas saham yang termasuk dalam Penitipan Kolektif dilakukan dengan pemindahbukuan dari rekening Efek satu ke rekening Efek yang lain pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Bank Kustodian, dan Perusahaan Efek.
            Adapun perolehan saham bagi PT Terbuka yang diperdagangkan di Pasar Modal, dapat dilakukan dengan cara:
1.      Membeli saham pada saat penawaran umum (Pasar Perdana)
Jika ingin membeli saham pada saat pasar perdana ini, biasanya investor dapat mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS) yang terdapat pada prospektus ringkas atau yang terdapat pada agen-agen penjual yang dituju dan mengirimkan kembali formulir tersebut disertai dengan pengiriman dana ke alamat yang tertera pada formulir.
2.      Membeli saham yang telah beredar (Pasar Sekunder)
Transaksi jual beli saham yang telah beredar dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek, yang mana Saudara dapat membelinya melalui anggota bursa. Kenapa Saudara tidak dapat melakukan pembelian secara langsung dengan Perusahaan yang dituju? Karena setiap perusahaan yang telah melakukan penjualan sahamnya di Bursa Efek wajib menunjuk perusahaan efek sebagai perantara perdagangan efek/pialang yang termasuk dalam daftar perusahaan efek yang mendapat izin dari BAPEPAM-LK dan telah menjadi anggota bursa. Pialang inilah yang nantinya akan melakukan pesanan untuk kepentingan investor.



BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Dalam pembelian saham atau pengambilan keputusan pembelian saham alangkah baiknya seseorang atau suatu perusahaan untuk memahami alur dan cara pembelian saham beserta mengusai harga pasar saham yang sedang berlaku. Saham bisa dibeli oleh siapa saja jika syarat dan ketentuan hukum yang berlaku sudah terpenuhi semuanya.
Definisi pasar modal menurut Kamus Pasar Uang dan Modal adalah pasar konkret atau abstrak yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan memerlukan dana jangka panjang, yaitu jangka satu tahun ke atas. Umumnya yang termasuk pihak penawar adalah perusahaan asuranssi, dana pensiun, bank-bank tabungan sedangkan yang termasuk peminat adalah pengusaha, pemerintah dan masyarakat umum.Produk yang Terdapat di Pasar Modal.
1.      Reksa Dana
2.      Saham
3.      Saham Preferan
4.      Obligasi
5.      Waran
6.      Right Issue 
Suatu perusahaan atau perseroan dapat menerbitkan 2 jenis saham, yaitu saham biasa dan saham preferen.
Didalam suatu saham, memberikan hak kepada pemiliknya untuk:
1.         Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS, berlaku setelah saham dicatat dalam daftar pemegang saham atas nama pemiliknya,
2.         Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi;
3.         menjalankan hak lainnya berdasarkan Undang-Undang ini.




B.       Saran
Kami selaku penyusun sangat menyadari masih jauh dari sempurna dan tentunya banyak sekali kekurangan dalam pembutan makalah ini.Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya kemampuan kami.
Oleh karena itu, Kami selaku pembuat makalah ini sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.Kami juga mengharapkan makalah ini sangat bermanfaat untuk kami khususnya bagi pembaca.



DAFTAR PUSTAKA


Garrison,  Noreen,  Brewer.  2007.  Managerial   accounting  (Akuntansi  Manajerial) buku ke – 2,edisi 11. Salemba Empat. Jakarta.
Hansen, Mowen, 2005. Manajemen Accounting (Akuntansi Manajemen) buku ke – 2 edisi 7. Salemba Empat. Jakarta
Sigit Triandaru dan Totok Budisantoso. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta




Label: ,

Post a Comment

[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.