BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial
yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi,
distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri
berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga”
dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar
diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.
Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia
II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan
matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif
dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang
menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen
yang lain.
B. Rumusan
masalah
Pada bagian ini akan dipaparkan
rumusan-rumusan dari masalah yang akan dibahas pada bab II (pembahasan). Adapun
rumusannya adalah sebagai berikut :
1.
Apa
pengertiannya?
2.
Masalah
Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga?
3.
Permasalahan
pemecahan masalah-masalah ekonomi?
4.
Bagaimana
cara mengatasi masalah ekonomi dan sistem pengaturan perekonomian?
C. Tujuan
1.
Menjelaskan
pengertian ekonomi?
2.
Mengetahui
masalah ekonomi?
3.
Menjelaskan
system ekonomi?
4.
Menjelaskan
pemecah masalah masalah perekonomian?
5.
Menjelaskan
sistem pengaturan perekonomian
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial
yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi,
pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal
dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος
(nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan
sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang
dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.
Metodologi, sering disebut sebagai The queen
of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode
kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa
setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri,
yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode
kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan
umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen
ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat
hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari
keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama
berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam
menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Secara garis besar, kita mengenal empat
sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang yang sesuai dengan situasi kondisi
serta ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah
sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat atau komando, sistem
ekonomi pasar dan sitem ekonomi campuran.
1.
Sistem
Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh
masyarakat zaman dahulu. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial,
kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat. Dalam
bidang produksi, biasanya mereka hanya memproduksi untuk diri sendiri saja.
Oleh karena itu, sistem ekonomi tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak
lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi yang semakin berkembang.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisional, sebagai
berikut:
a.
Aturan
yang dipakai adalah aturan tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan;
b.
Kehidupan
masyarakatnya sangat sederhana;
c.
Kehidupan
gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan;
d.
Teknologi
produksi yang digunakan masih sangat sederhana;
e.
modal
yang digunakan sedikit;
f.
transaksi
jual beli dilakukan dengan cara barter;
g.
kegiatan
produksi sepenuhnya bergantung pada alam dan tenaga kerja;
h.
hasil
produksi terbatas hanya untuk keluarga atau kelompoknya saja.
i.
Sistem
Ekonomi Terpusat atau Komando
Sistem
ekonomi komando sering juga disebut sebagai sistem ekonomi sosialis atau
terpusat. Sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki
pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat. Oleh karena
itu, dalam sistem ekonomi ini peranan pemerintah dalam berbagai kegiatan
ekonomi sangat dominan.
Tokoh
yang memopulerkan sistem ekonomi komando adalah Karl Marx. Ia adalah seorang
ahli filsafat berkebangsaan Jerman. Bukunya yang terkenal berjudul Das Capital.
Dalam sistem ekonomi komando, semua kegiatan ekonomi diatur dan direncanakan
oleh pemerintah. Pihak swasta tidak memiliki kewenangan dalam kegiatan
perekonomian. Semua permasalahan perekonomian yang meliputi what, how, dan for
whom semuanya dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat sehingga semua
alat produksi dikuasai oleh pemerintah. Sistem ekonomi komando banyak dianut
oleh negara-negara di Eropa Timur dan Cina.
Berdasarkan
uraian di atas, dapat disimpulkan ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat adalah
sebagai berikut:
a.
semua
permasalahan ekonomi dipecahkan oleh pemerintah pusat;
b.
kegiatan
ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh negara;
c.
semua
alat produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikan oleh individu atau
pihak swasta tidak diakui
Sistem
ekonomi sosialis memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki
oleh sistem ekonomi ini, diantaranya :
a.
Tingkat
inflasi dan pengangguran dapat ditangani dengan baik , sebab perekonomian di
kendalikan oleh pemerintah pusat;
b.
Kegiatan
produksi dan distribusi dapat dilaksanakan dengan mudah, sebab pemerintah
memiliki seluruh sumber daya dan faktor-faktor produksi;
c.
Jarang
terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.
Kelemahan Sistem Ekonomi Terpusat,
diantaranya sebagai berikut :
a.
menghambat
kreativitas masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian sebab kegiatan
perekonomian telah diatur dan ditentukan oleh pemerintah pusat;
b.
terjadinya
monopoli yang merugikan masyarakat;
c.
terjadinya
ketidaksesuaian barang yang dibutuhkan oleh masyarakat, yang disebabkan oleh
sulitnya pemerintah daam menghitung semua kebutuhan masyarakat.
Contoh
negara yang dapat dikatakan mendekati sistem ekonomi komando adalah Kuba,
Rusia, Korea Utara, dan RRC, walaupun RRC saat ini mulai meninggalkan sistem
ekonomi komando dalam perekonomiannya.
2.
Sistem
Ekonomi Pasar
Dalam beberapa buku sumber, istilah sistem
ekonomi pasar disebut juga sebagai laissez-faire. Kata laissez-faire berasal
dari bahasa Perancis yang artinya “biarlah mereka melakukan pekerjaan yang
sesuai dengan mereka”. Selain di istilahkan laissez-faire, Sistem ekonomi pasar
disebut sebagai sistem ekonomi kapitalis. Istilah ini muncul dikarenakan dalam
sistem ekonomi kapitalis berlaku “Free Fight Liberalisme” (sistem persaingan
bebas), artinya siapa yang memiliki dan mampu menggunakan kekuatan modal secara
efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan dalam bisnis. Paham yang
mengagungkan kekuatan modal sebagai syarat dalam memenangkan pertarungan
ekonomi disebut Kapitalisme. Tokoh yang memopulerkan sistem ekonomi pasar
adalah Adam Smith. Bukunya yang terkenal berjudul An Inquiry into the Nature
and Causes of the Wealth of Nation. Adam Smith menyatakan bahwa “perekonomian
akan berjalan dengan baik apabila pengaturannya diserahkan kepada mekanisme
pasar atau mekanisme harga”. Teori ini kemudian dikenal dengan sebutan The
Invisible Hands. Sistem ekonomi pasar merupakan suatu tata cara pengaturan
kehidupan pereekonomian yang didasarkan kepada Mekanisme pasar yaitu interaksi
antara permintaan dan penawaran suatu barang yang kegiatannya tergantung pada
kekuatan modal yang dimiliki oleh setiap individu.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar, di antaranya
sebagai berikut:
a.
Setiap individu
memiliki kebebasan untuk memiliki faktor-faktor produksi;
b.
Perekonomian
diatur oleh mekanisme pasar;
c.
Peranan
modal dalam perekonomian sangat menentukan bagi setiap individu untuk menguasai
sumber-sumber ekonomi sehingga dapat menciptakan efisiensi;
d.
Peranan
pemerintah dalam perekonomian sangat kecil;
e.
Hak milik
atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan yang
dilindungi sepenuhnya oleh negara;
f.
Setiap kegiatan
ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan;
g.
Kegiatan
perekonomian selalu berdasarkan keadaan pasar.
Sistem
ekonomi pasar memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki oleh
sistem ekonomi ini, diantaranya :
a.
Menumbuhkan
kreativitas masyarakat dalam penyelenggaraan perekonomian, sebab masyarakat
diberi kebebasan dalam menentukan kegiatan perekonomian;
b.
Kualitas
produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, sebab terjadinya persaingan yang
ketat;
c.
Efisiensi
dan efektivitas penggunaan faktor-faktor produksi dapat tercapau dengan baik,
sebab tindakan ekonomi yang dilakukan didasarkan kepada motif pencrian
keuntungan yang sebesar-besarnya.
Kelemahan sistem ekonomi pasar, diantaranya
sebagai berikut:
a.
Sulitnya
melakukan pemerataan pendapatan dikarenakan prinsip yang belaku adalah free
fight liberalism, dimana kunci untuk memenangkan persaingan adalah modal;
b.
Tidak
tertutup kemungkinan munculnya monopoli yang merugikan masyarakat;
c.
Terapat
kesenjangan yang besar antara pemilik modal dan golongan pekerja sehingga yang
kaya lebih kaya dan yang miskin bertambah miskin.
Contoh
negara yang sistem ekonominya mendekati sistem ekonomi pasar adalah Amerika
Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya seperti Perancis, Kanada, Albania,
Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia,
Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia,
Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands,
Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia,
Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara
penganut paham liberal lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina,
Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Marino. Juga beberapa negara di kawasan
Asia seperti Hongkong , Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura ,
India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan
Turki. Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya,
liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika
Selatan. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme sudah dipahami oleh negara
Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde, Côte D’Ivoire, Equatorial
Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles, Tanzania,
Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.
3.
Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan suatu tata
cara kehidupan perekonomian yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah,
tetapi masyarakat masih mempunyai kebebasan yang cukup luas untuk menentukan
kegiatan-kegiana ekonomi yang ingin mereka jalankan.
Sistem ekonomi campuran sering kali disebut
sebagai perpaduan antara sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando,
maksudnya pemeintah dan masyarakat atau pihak swasta bekerja sama dalam
memecahkan masalah ekonomi sehingga perekonomian tidak lepas kendali. Kegiatan
perekonomian pada sistem ini diserahkan kepada kekuatan pasar.
Sistem ekonomi campuran terlahir sebagai
konsekuensi logis atas upaya untuk menghapus kekurangan-kekurangan pada sistem
ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Pemikiran selanjutnya mengenai
sistem ekonomi campuran didasarkan pada fakta di lapangan yaitu tidak ada satu
negara yang menerapkan sistem ekonomi pasar atau sistem ekonomi komando secara
murni. Atau sebaiknya, di suatu negara yang menganut sistem ekonomi pasar,
pemerintah masih turut mengendaikan beberapa sektor yang di anggap menguasai
hajat hidup orang banyak.
Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran, di
antaranya sebagai berikut:
a.
hak
milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembatasan dari
pemerintah;
b.
kebebasan
bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak
untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya;
c.
kepentingan
umum lebih diutamakan;
d.
campur
tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang
menguasai hajat hidup orang banyak.
e.
pelaku
ekonomi terdiri atas individu, pemerintah dan swasta.
C. Masalah
Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia
dihadapkan pada berbagai masalah. Hal ini dimungkinkan karena jumlah dan macam
kebutuhan manusia tidak terbatas. Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia
dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.
1.
Masalah
ekonomi bagi produsen
Berikut masalah ekonomi yang harus dihadapi
oleh produsen :
a.
Barang
apa yang harus diproduksi (what)
b.
Bagaimana
barang tersebut diproduksi (why
c.
Untuk
siapa barang tersebut diproduksi (what for)
2.
Masalah
ekonomi yang dihadapi konsumen
Masalah pokok yang
dihadapi konsumen adalah terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia
tidak terbatas. Agar konsumen dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka
konsumen akan menyusun skala prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala
prioritas adalah tingkat pendapatan atau penghasilan, kedudukan seseorang, dan
faktor lingkungan.
Krisis finansial global yang terjadi sejak
akhir tahun 2007 telah menyebabkan perlambatan ekonomi global secara bertahap.
Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak mengatakan bahwa krisis
hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Namun
perlu diingat bahwa sebagian besar negara yang kekuatan pasarnya sedang tumbuh
(energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke Amerika Serikat dan
negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan permintaan, pasti akan
berdampak terhadap permintaan barang-barang dari negara-negara yang sedang
tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada menurunnya
kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri. Harapan untuk segera
terlepas dari himpitan krisis ekonomi yang terjadi sejak akhir tahun 2007
nampaknya bukan merupakan sesuatu yang berlebihan. Hal ini dapat dilihat dari
beberapa indikator ekonomi, seperti tingkat suku bunga perbankan yang terus
menurun, menyesuaikan suku bunga SBI, inflasi yang semakin terkendali serta
transaksi di bursa efek yang semakin bergairah. Kondisi tersebut setidaknya
dapat ditangkap sebagai sinyal bahwa Indonesia sudah mulai memasuki tahap
recovery atau kebangkitan. Memang masih banyak faktor lain yang mempengaruhi
dan sekaligus menentukan tingkat prosentase pemulihan ekonomi dan tingkat suku
bunga bank, inflasi serta kondisi bursa efek pada umumnya dapat dijadikan sebagai
barometer.
D. Sistem
Perekonomian
1.
Sistem
Ekonomi Tradisional
Merupakan suatu sistem ekonomi yang masih menggunakan faktor-faktor
produksi dengan pola tradisional atau adat kebiasaan yang tergantung pada
faktor alam. Mtoivasi kegiatan ekonominya, yaitu untuk memenuhi kebutuhan
bersama.
2.
Sistem
Ekonomi Pasar
Adalah suatu sisten ekonomi yang sebagian besar barang-barang kapital
baik yang buatan manusia maupun buatan alam yang dimiliki swasta. Proses
produksi, distribusi, dan konsumsinya dilaksanakan dalam rangka mencari laba
yang sebesar-besarnya oleh pemilik.
3.
Sistem
Ekonomi Terpusat
Suatu sistem ekonomi yang seluruh kebijakan perekonomiannya ditentukan
oleh pemerintah. Motivasi kegiatan ekonomi nya adalah untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat secara keseluruhan dan untuk kemakmuran negara.
4.
Sistem
Ekonomi Campuran
Merupakan sistem ekonomi hasil dari perpaduan dari sistem ekonmi pasar
dengan sistem ekonomi terpusat sehingga kelemahan-kelemahan yang ada pada kedua
sistem tersebut dapat diatasi. Pada sistem ekonomi ini ada kebebasan bagi
perseorangan dan swasta untuk ikut dalam kegiatan ekonomi.
5.
Sistem
Ekonomi Indonesia
Dikenal sebagai Demokrasi Ekonomi merupakan Sistem Ekonomi yang
dijalankan oleh Indonesia. Pda sistem ini, kegiatan produksi dilakukan oleh semua,
untuk semua, dan dibawah pimpinan atau kepemilikan oleh anggota-anggota
masyarakat. Motivasi kegiatan ekonominya dalah untuk kemakmuran masyarakat
dengan memenuhi kebutuhannya dan mengembangkan keselarasan, keserasian serta
keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya
sistem ekonomi Indonesia adalah sebagai berikut:
·
Faktor
intern antara lain : Lembaga ekonomi, sumber daya ekonomi, faktor produksi
yang dimiliki, ligkungan ekonomi, Organisasi dan manajemen.
·
Faktor
Ekstern antara lain : Falsafah Pancasila, Landasan Konstitusional UUD
1945, GBHN, Keadaan kondisi politik, kepastian hukum, masyarakat dalam arti
luas, dan pemerintah.
E.
Masalah Ekonomi Dan Sistem Pengaturan Ekonomi
Masalah
ekonomi adalah masalah yang lekat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Mulai
dari jual beli, tawar menawar, atau ekspor impor. Namun begitu, tidak semua
kalangan bisa mengidentifikasi masalah ekonomi dengan mudah. Mereka umumnya
sulit menuliskan, melukiskan, dan mengatakan apa yang sebetulnya telah dicerna
pikiran. Berikut ini 10 contoh masalah ekonomi yang paling populer.
1. Kemiskinan
Ya, masalah ini selalu
menghantui dari satu pemerintah ke pemerintah lainnya. Masalah kemiskinan tidak
akan pernah tuntas dibahas karena akan terus menerus muncul. Dalam banyak buku
literatur ekonomi bahkan disebut tujuan penting ilmu ekonomi ialah
menghilangakan kemiskinan.
2. Kesejahteraan
Nah, ini lawan kata
dari kemiskinan. Masalah ini tergolong populer dalam ekonomi karena pada
hakikatnya manusia selalu ingin kaya, makmur, dan banyak uang. Semua itu
tertuju pada satu kata : kesejahteraan.
3. Lapangan
Pekerjaan
Masalah ini akan selalu
krusial diselesaikan karena membengkaknya peminat kerja sedangkan lapangan
pekerjaan kian menyempit. Eksesnya, postur ekonomi Indonesia didominasi 80%
oleh sektor informal. Mereka umumnya bekerja sebagai pedagang kaki lima, usaha
kecil menengah, dst.
4. Harga
Setiap perayaan hari
besar keagamaan masalah ekonomi yang satu ini akan selalu muncul ke permukaan.
Apalagi kalau menyangkut sembilan bahan pokok (sembako). Masyarakat sensitif
sekali dengan masalah harga, apalagi ibu rumah tangga yang suka ngedumel kalau
harga-harga sembako membumbung tinggi.
5. ProfitIlmu
ekonomi pasti selalu membahas masalah yang satu ini. Bagaimana kita mampu
menaikkan laba dengan sekecil kecilnyamodal. Itu adalah prinsip utama ekonomi.
6. Sistem
Ekonomi
Sistem ekonomi pasti
akan selalu beragam tiap negara. Sebut saja kapitalisme, sosialisme, mix
(campuran), dsb. Namun, sekarang ini dunia disebut sebut memasuki fase non
ideologis, dimana corak sistem ekonomi tersebut melebur menjadi satu.
7. Inflasi
Ya, bagi yang bergelut
dengan lingkup makro akan terus berkutat dengan masalah yang satu ini. Secara
sederhana inflasi bisa diartikan sebagai situasi dimana harga terus menerus
mengalami kenaikan.
8. Pertumbuhan
Ekonomi
Dari kacamata makro
pertumbuhan ekonomu suatu negara mencerminkan menggeliatnya atau menurunnya
situasi ekonomi suatu negara. Pertumbuhan ekonomi ini bisa dipandang dari aspek
produk domestik bruto (PDB), total ekspor impor, dst.
9. Hutang
Berapa banyak sebuah
negara memiliki utang? Bahkan ilmu ekonomikontemporer mengenal istilah debt
trap (perangkap hutang). Sebuah analisis masalah untuk mengetahui apakah negara
pengutang tersebut telah terjerat ke dalam perangkap hutang.
10. Ekonomi
Politik
Era sekarang ini ilmu ekonomi tidak
bisa berdiri sendiri. Masalah ekonomi tidak bisa diselesaikan dengan memakai
pandangan tunggal. Sebab itu politik terintegrasi untuk melihat permasalahan
secara lebih luas dan dalam.
Permasalahan
ekonomi yang dihadapi Indonesia bukanlah permasalahan ekonomi makro, melainkan
masalah ekonomi mikro. Yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut adalah
para insinyur bukan ahli ekonomi. Hal tersebut disampaikan Fauzi Ichsan, Vice
President&Economist Standard Chartered. “Tantangan yang ada adalah dalam
bidang ekonomi mikro,”ucapnya dia di Jakarta, Rabu (14/10) malam.
Permasalahan
tersebut, lanjutnya antara lain masalah pembangunan infrastruktur seperti jalan
tol dan pelabuhan yang menjadi gerbang masuknya devisa asing. Selain itu, kata
Fauzi, belum meratanya pembangunan pembangkit tenaga listrik di Indonesia juga
menjadi salah satu masalah ekonomi Indonesia yang perlu diperhatikan. Pasalnya
listrik merupakan motor penggerak roda perekonomian.”Semua itu bisa diatasi
oleh para ahli di bidang proyek dan pembangunan,” kata dia.
Masalah
mikro lainnya, lanjut Fauzi adalah masalah pembebasan lahan yang selama ini
sering menjadi permasalahan besar antara pengembang dan warga. Belum
transparannya penggunaan retribusi pajak juga menjadi salah satu masalah
ekonomi yang dihadapi Indonesia. Menurut Fauzi, permasalahan pembebasan lahan
dan retribusi pajak hanya dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah, bukan para
menteri yang duduk di pemerintahan.
Fauzi mengatakan, kesemua masalah tersebut harus segera diselesaikan. Para investor terutama investor asing baru akan menanamkan modalnya jika mendapat kejelasan dari sisi ekonomi. “Indonesia ini sangat potensial untuk investasi, tapi investor mana yang bersedia menanamkan modalnya jika sarana dan prasarana belum jelas,” tegas Fauzi
Fauzi mengatakan, kesemua masalah tersebut harus segera diselesaikan. Para investor terutama investor asing baru akan menanamkan modalnya jika mendapat kejelasan dari sisi ekonomi. “Indonesia ini sangat potensial untuk investasi, tapi investor mana yang bersedia menanamkan modalnya jika sarana dan prasarana belum jelas,” tegas Fauzi
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metodologi, sering disebut sebagai The queen
of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode
kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa
setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri,
yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi.
Masalah pokok ekonomi yang dihadapi manusia dibedakan
menjadi dua macam, yaitu masalah bagi produsen dan konsumen.
Sistem ekonomi merupakan serangkaian ekonomi
yang saling berhubungan dan saling tergantung satu dengan yang lainnya dalam
rangka mencapai suatu tujuan perekonomian. Pada dasarnya ada 3 sistem ekonomi
yang dikenal yaitu, sistem ekonomi kapitalis, sosialis, dan campuran.
B. Saran
Masalah pokok yang dihadapi konsumen adalah
terbatasya alat pemuas, padahal kebutuhan manusia tidak terbatas. Agar konsumen
dapat memenuhi berbagai kebutuhannya maka konsumen akan menyusun skala
prioritas. Adapun hal-hal yang mempengaruhi skala prioritas adalah tingkat
pendapatan atau penghasilan, kedudukan seseorang, dan faktor lingkungan.
DAFTAR
PUSTAKA
http://grahaindoeducati.blogspot.co.id/2015/03/masalah-eokonomi-dan-sistem-pengaturan.html


Post a Comment